Selasa, 13 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kisah Warga Tanjung Kramat yang Kesulitan Air Bersih, per Tangki Dijual Rp 250 Ribu

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Jumat, 20 Oktober 2017 | 21:37 WITA Tag: , ,
  


Kondisi 335 kepala keluarga di Kelurahan Tanjung Kramat, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo belakangan ini semakin memprihatinkan. Tak adanya pasokan air bersih dari pipa PDAM yang selama ini menjadi sumber air bersih tak lagi mengalirkan air. Akibatnya warga hanya bisa berharap pasokan air bersih bantuan dari Dinas Sosial Kota Gorontalo. Tak hanya itu, sebagian warga bahkan memilih untuk membeli air bersih yang ironisnya dari PDAM itu sendiri.

Yudistirah Saleh – DUMBO RAYA

Kondisi ini rupanya sudah berlangsung selama satu bulan belakangan ini. Warga setempat mengaku sangat kesulitan air bersih. Bagi warga yang memiliki uang lebih masih lebih beruntung, karena mereka masih bisa membeli air bersih dari mobil tangki yang ironisnya juga dipasok oleh PDAM itu sendiri.

BACA  Gercep! Polisi Tangkap Pengemudi Fortuner Bergaya Koboi di Jakarta Selatan

Harga air bersih untuk satu mobil tangki, dijual dengan harga Rp 250 Ribu. Warga mengaku terpaksa membelinya mengingat sumber air yang mereka gunakan selama ini tak lagi ada. Sumur milik warga yang airnya juga berasa asin, sampai saat ini juga sudah tidak lagi dialiri air.

“Kalau dari mobil tangki punya Dinsos Kota Gorontalo, kami warga sepakat untuk memberikan uang Rp 5.000 untuk setiap tong, meski memang mereka tidak minta uang itu, tapi kalau untuk mobil tangki PDAM Bonbol, kita belinya Rp 250 Ribu per tangki,” ujar Ramlah Moha, salah seorang warga Tanjung Kramat saat dikonfirmasi Gorontalo Post.

BACA  Jelang Sahur Perdana, Harga Ayam Melonjak di Limboto, Peminat Justru Kurang 
Anggota Kepolisian Resort Gorontalo Kota saat memasok bantuan air bersih di Kelurahan Tanjung Kramat, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, rabu (18/10) (F. Yudhistirah Saleh/ Gorontalo Post)

Lebih lanjut Ramlah mengatakan, untuk memberli air dari PDAM Bone Bolango (Bonbol), dia bersama warga lainnya, patungan hingga 5 kepala keluarga setiap harinya. “Mereka pernah kerja di dekat kampung sini, makanya kami kenal, lalu kami beli air dari mereka,” ujarnya.

Semenatra itu, saat dikonfirmasi langsung kepada supir mobil tangki PDAM Bonbol, aktivitas jual beli air di Tangjung Kramat ini sudah berlangsung sebanyak empat kali. “Sudah empat kali kita kesini, jual belinya ke ibu-ibu yang disitu,” ujar pria yang enggan disebutkan namanya itu.

BACA  Waspada Pohon Tumbang Dimusim Hujan

Tak hanya itu, pria berambut ikal ini juga mengaku, dirinya hanya bertugas untuk mengantarkan air saja, sementara untuk uang hasil penjualan air itu, langsung disetorkannya kepada bendahara PDAM Bonbol.

Terpisah, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pihak PDAM Bone Bolango maupun Kota Gorontalo terkait aktivitas jual beli air maupun penyebab krisis air di Tanjung Kramat itu. Hanya saja menurut sejumlah sumber, penyebab krisis air di Tanjung Kramat ini akibat rusaknya salah satu instalasi air milik PDAM Kota Gorontalo yang mengarah ke Tanjung Kramat. Sejauh ini, kerusakan itu tengah diperbaiki.(*/hargo)

 


Komentar