Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kisruh Bantuan di Masa Pandemi, Bentrok Rakyat vs Polisi

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Minggu, 10 Mei 2020 | 20:05 WITA Tag: , , ,
  Seorang petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh tahanan di sebuah penjara provinsi di Distrik Dushi, Baghlan, Afghanistan, Senin (30/3/2020). Foto: ANTARA FOTO/Xinhua/Elaha Sahel/pras.


Hargo.co.id, KABUL – Terjadi bentrokan antara rakyat Afghanistan dengan polisi di Provinsi Ghor, Sabtu (9/5).

Menurut pejabat di sana, para pemrotes marah karena menganggap pembagian bantuan makanan selama pandemi COVID-19, sangat tidak adil.

Seperti yang dilansir jpnn.com, Empat warga sipil dan dua petugas polisi tewas dalam insiden tersebut, menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian.

“Tim dari Kabul akan diterjunkan untuk menyelidiki insiden hari ini secara komprehensif,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sepuluh petugas polisi dan sembilan warga sipil terluka.

Anggota parlemen asal Ghor, Gulzaman Nayeb, mengatakan bahwa tujuh orang tewas dan belasan orang lainnya mengalami luka akibat bentrokan, yang dipicu oleh ketidakpuasan soal pembagian bantuan yang diduga menguntungkan orang-orang dengan koneksi politik.

BACA  Dampak Covid-19, Mahasiswa Dapat Keringanan UKT

Polisi melepaskan tembakan, setelah sekitar 300 pemrotes melempar batu.

Massa berupaya menerobos kediaman gubernur, kata juru bicara gubernur Provinsi Ghor, Mohammad Arif Aber.

Menurutnya, dua orang tewas dan lima lainnya terluka. Ia membantah bantuan tersebut dibagikan secara tak merata.

Salah satu korban tewas adalah Ahmad Naveed Khan, relawan penyiar radio yang sedang duduk di dekat toko miliknya dan terkena peluru di bagian kepala, menurut Direktur Eksekutif Pusat Jurnalis Afghanistan, Ahmad Quraishi.

BACA  Kamis 11 Juni 2020, 24 Orang Warga Gorontalo Terpapar Corona

Komisi HAM Independen Afghanistan (AIHRC) sedang menyelidiki “laporan mengerikan tentang polisi yang menembaki demonstran,” kata ketua Shaharzad Akbar di Twitter.

Kelompok Amnesty International juga menyerukan penyelidikan independen terhadap penggunaan kekuatan oleh polisi.

Pemerintah sedang membagikan bantuan makanan di seluruh wilayah saat pembatasan yang diberlakukan akibat pandemi COVID-19 menyebabkan banyak kehilangan pekerjaan dan kenaikan harga sembako.

Akbar mengatakan kepada Reuters pekan ini bahwa komisi tersebut dibanjiri aduan masyarakat, yang mengatakan bantuan dibagikan secara tak adil.

BACA  Mendaftar Online, Salat Jumat di Singapura Diawasi Ketat Polisi

“Kami banyak mendengar komplain dari masyarakat bahwa orang-orang yang menerima bantuan terbatas adalah orang-orang yang sangat tidak layak untuk mendapatkannya, mereka memiliki koneksi dengan otoritas setempat atau pejabat setempat,” katanya.

Hingga kini, Afghanistan telah melaporkan 4.033 kasus COVID-19 dengan 115 kematian.(Reuters/antara/jpnn/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah diterbitkan oleh jpnn.com dengan judul: “Kisruh Bantuan di Masa Pandemi, Bentrok Rakyat vs Polisi, 6 Tewas”. Pada edisi Minggu, 10 Mei 2020.

Komentar