Kamis, 7 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kisruh Golkar Kabupaten Gorontalo, Husin – Iskandar Melawan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 22 Maret 2017 | 11:37 Tag: , , , , ,
  

GORONTALO Hargo.co.id – Pencopotan Husin Pannigoro sebagai wakil ketua dan Iskandar Mongopa sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Kabupaten Gorontalo (Kabgor) ternyata berbuntut panjang. Pasalnya, kedua belah pihak saling klaim tentang legalitas rapat yang memutuskan pencopotan itu.

Pengambilan keputusan oleh DPD II Partai Golkar Kabgor menciptakan dua kubu antara Amin Mootalu dan Iskandar Manggopa. Menariknya lagi, Iskandar Manggopa dalam paripurna yang digelar Senin (20/3) kemarin sempat menganulir surat masuk Partai Golkar ke DPRD pekan lalu. Sebelumnya Partai Golkar Kabgor telah memasukkan surat ke DPRD Kabgor yang isinya menunjuk Irwan Dai sebagai Wakil Ketua DPRD dan Amin Mootalu sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG). Surat itu dibacakan pada paripurna akhir pekan lalu.

Surat tersebut ternyata dianulir oleh anggota FPG sendiri. Iskandar Mongopa melayangkan surat masuk ke DPRD, karena merasa surat yang dimasukkan oleh DPD ll Partai Golkar Kabgor tak sesuai dengan mekanisme. Menurut Iskandar Mongopa, dalam aturan saat melakukan perubahan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) seharusnya berdasarkan rapat DPD ll.
“Yang terjadi saat ini tak demikian. Saya sebagai Ketua FPG tak mengetahui adanya perubahan AKD dan saya kaget setelah dibacakan pada paripurna pekan kemarin. Ini jelas menyalahi aturan partai,” tegas Iskandar Mongopa.

Secara terpisah Husin Panigoro ikut membenarkan atas ketidaksesuaian mekanisme yang ditempuh partai, karena dalam Peraturan Organisasi (PO) nomor 13 / 2011 jelas untuk pimpinan DPRD penentuannya harus berdasarkan penetapan pimpinan pusat, tetapi yang terjadi saat ini tak demikian.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3 4


Komentar