Mahasiswa KKN UNG bersama masyarakat di Desa Omayuwa saat melakukan pelatihan dan pendampingan pengelolaan pangan lokal untuk atasi Stunting pada Ahad, (06/11/2022) (Foto: Istimewa)

KKN di Desa Omayuwa, Ini Program Mahasiswa UNG

Edukasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Mahasiswa KKN Terintegrasi MBKM Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang sedang melakukan KKN di Desa Omayuwa, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, mampu mengelola pangan lokal menjadi makanan untuk mengatasi stunting.

Salah satu langkah awal yang mereka lakukan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat setempat tentang bagaimana mengelola pangan lokal menjadi makanan yang dapat mengatasi stunting.

banner 728x485

Kegiatan ini adalah kegiatan KKN terintegrasi MBKM yang juga merupakan kegiatan dari Tim kedaireka kerjasama 6 PT dengan BKKBN serta pemerintah daerah Kabupaten Pohuwato khususnya 9 desa yang menjadi lokasi KKN yakni desa Omayuwa, Sari Murni, Telaga, Bumi Bahari, Karya Indah, Huta Moputi, Persatuan, Huyula dan Kalimas.

Selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Lia Amalia, S.KM,. M.Kes, mengungkapkan bahwa program kerja sama antara UNG dengan Kepala Desa setempat ini dilakukan karena berdasarkan data, angka stunting di Kabupaten Pohuwato masih jauh lebih tinggi dibanding kabupaten lain di Gorontalo.

“Pelatihannya berupa pembuatan bakso kerang dara, susu fermentasi jagung lokal (pulo/pulut) dan nugget kerang dara, serta jagung lokal (pulo/pulut). Pemilihan bahan dasarnya pun bukan tanpa alasan,” ungkap Lia Amalia, S. KM,. M.kes usai kegiatan pelatihan di aula kantor Desa Omayuwa pada Ahad, (06/11/2022)

Nugget berbahan dasar jagung pulut/pulo, kerang dara (kiri) dan bakso berbahan dasar kerang dara (kanan) (Foto: istimewa)

Lanjut Ia juga menjelaskan, dimana Kerang Dara sendiri merupakan hasil laut Gorontalo yang memiliki kandungan protein dan zinc yang tinggi, namun belum secara optimal dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Apalagi Gorontalo juga memiliki potensi penghasil jagung lokal dengan kandungan gizi yang baik, yaitu jagung pulut/pulo,” jelas Lia Amalia, S. KM,. M.kes.

Pelatihan tersebut tentu saja didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, tim kedaireka, anggota PKK, kader kesehatan desa, operator desa, sekretaris desa serta para ibu dari balita.

“Masyarakat sangat antusias menerima pelatihan yang diberikan. Dalam proses pelatihan juga peserta pelatihan ikut serta dalam pembuatan olahan yang di ajarkan dan juga menikmati hasil olahan,” tutur Moh. Rizal N. Matau, selaku Kordes tim KKN MBKM tersebut.

Diharapkan pelatihan ini bisa membantu memecahkan masalah percepatan penurunan stunting di Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato, serta dapat meningkatkan produk pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi, untuk dijadikan wirausaha dalam rangka peningkatan ekonomi keluarga melalui digitalisasi produk dan desa.(*)

Penulis: Rita Setiawati
Editor: Zulkifli Polimengo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *