Kamis, 21 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KKSB Klaim Tembak Mati Anggota TNI-Polri, Begini Respons Polda Papua

Oleh Jamal De Marshall , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 9 Maret 2020 | 19:05 WITA Tag: ,
  Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Wabup Mimika, Johannes Rettob, Senin dinihari mengunjungi para pengungsi yang baru tiba di Timika dari Tembagapura. (Dok Humas Polda Papua/ ANTARA)


Hargo.co.id – Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua mengklaim tembak mati 17 aparat gabungan TNI-Polri di Tembagapura. Klaim sepihak itu langsung dibantah keras oleh aparat kepolisian.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menyebut sampai saat ini belum ada laporan dari anggota di lapangan tentang anggota TNI-Polri yang gugur karena kontak tembak dengan KKSB di Tembagapura.

“Sampai siang ini kami belum menerima laporan adanya kontak tembak yang menewaskan personel TNI maupun Polri di Tembagapura. Jadi kami pastikan pernyataan dari kelompok itu (KKB) tentang 17 orang meninggal itu tidak benar atau hoaks,” kata Kamal seperti dikutip PojokSatu.id (Jawa Pos Group), Minggu (8/3).

BACA  2021 KPK Fokus Awasi Dana Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Kamal mengatakan, kontak senjata antara KKB dengan aparat gabungan TNI-Polri terjadi pada tanggal 28 Februari lalu di Kali Kabur, Arwanop, Distrik Tembagapura. Kontak tembak itu mengakibatkan satu personel Brimob atas nama Bharatu Doni Priyanto meninggal dunia. “Tapi setelah itu tidak ada lagi kontak tembak yeng menyebabkan korban jiwa,” jelasnya.

BACA  Ini Penjelasan LIPI Terkait Varian Baru Covid-19

Kamal juga membantah pernyataan TPNPB-OPM yang menyatakan bahwa kehadiran aparat gabungan TNI-Polri di Tembagapura untuk menakuti warga. Ia menyebut kehadiran aparat TNI-Polri di Tembagapura karena adanya aksi penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata beberapa waktu lalu di area PT. Freeport.

BACA  Kasus Covid-19 Meningkat, DPR: Kaji Ulang Rencana Belajar Tatap Muka

“Jadi kami hadir di sana untuk melakukan penegakkan hukum bagi siapa saja yang melakukan tindakan melawan hukum sesuai Undang-undang yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kami hadir disana untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang diteror oleh kelompok kriminal ini,” tegas Kamal.

*Berita ini juga terbit dijawapos.com edisi senin 9 maret 2020


Komentar