Sabtu, 12 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KM Karya Indah Tujuan Ternate-Sanana Terbakar, Penumpang Terjun ke Laut

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar dari Timur Kabar Nusantara , pada Sabtu, 29 Mei 2021 | 14:12 WITA Tag: , ,
  Kapal feri KM Karya Indah terbakar di perairan Limafatola (Istimewa)


Hargo.co.id, MALUT – Kapal feri KM Karya Indah mengalami insiden kebakaran di perairan Limafatola, Sanana,Perairan Pulau Limafatola, Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (29/5) pukul 08.30 WIT saat kapal berlayar menuju Sanana.

Kasiops Basarnas Ternate, Bram Madya mengatakan, kapal tersebut memuat 181 penumpang dengan 14 ABK. Saat ini korban selamat masih didata setelah proses evakuasi selesai pada 11.30 WIT.

BACA  Jusuf Kalla Imbau 50 Persen Hasil Kotak Amal Masjid Disumbangkan ke Palestina

“Saat ini proses pendataan penumpamg yang berhasil dievakuasi masih berlangsung karena kita mencocokkan data antara korban yang berhasil dievakuasi dengan manifes apakah sesuai,” kata Bram saat dihubungi, Sabtu (29/5).

Selain itu, kata Bram, petugas evakuasi masih banyak berada di sekitar lokasi kapal terbakar. Mereka masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi korban yang masih berada di laut.

BACA  Pegawai Perempuan KPK Laporkan Dugaan Pelecehan Saat Mengikuti TWK

“Untuk kapal Karya Indah sementara ditarik oleh satu tug boat di sekitar situ, ditarik ke pulau terdekat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bram mengatakan, kapal tersebut mulanya berlayar dari Ternate menuju Sanana. Di tengah perjalanan kapal tiba-tiba terbakar. Belum diketahui pasti penyebab insiden ini.

BACA  Penumpang Kapal Ferry Wajib Bawa Surat Hasil Negatif Covid-19

Beruntung kapal tidak sampai tenggelam akibat kebakaran ini. Para penumpang kapal langsung menerjunkan diri ke laut saat api mulai membesar.(vbp/sat/jawapos/hargo)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Bawa 181 Penumpang, Kapal Karya Indah Terbakar di Perairan Lomafatola“. Pada edisi Sabtu, 29 Mei 2021.

Komentar