Koalisi Nelson-Rusli, Lawan Sepadan Nasdem di Pilkada Kabgor

Ilustrasi

Hargo.co.id, GORONTALO – Berdasarkan kalkulasi politik, tokoh-tokoh politik dalam kubu Nasdem bisa jadi kekuatan besar di Pilkada Kabupaten Gorontalo (Kabgor). Maklum, di dalamnya ada Rachmat Gobel. Peraih suara terbanyak caleg DPR-RI yang jumlahnya 146 ribu suara.

Selain itu ada mantan Bupati Gorontalo dua periode, David Bobihoe. Kemudian mantan wakil bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan mantan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Rustam Akili. Yang sudah lebih dari sekali ikut Pilkada Kabupaten Gorontalo dan selalu mendapatkan suara signifikan.

Wakil Ketua BIdang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Golkar Gorontalo, Fikram Salilama mengatakan, poros Nasdem ini bakal jadi lawan yang sangat tangguh bagi figur petahana Nelson Pomalingo. Sehingga idealnya petahana harus mendapatkan tambahan kekuatan yang besar. Untuk mengimbangi kekuatan Nasdem.

“Tokoh politik yang bisa mengimbanginya adalah Rusli Habibie. Ketua DPD I Golkar yang bisa dua periode menjadi Gubernur lewat hasil Pilkada. Hasil Pilgub membuktikan ketokohan Rusli Habibie sangat kuat di mata masyarakat termasuk di Kabupaten Gorontalo. Makanya Nelson harus satu panggung dengan Rusli saat Pilkada,” jelasnya.

BACA  Kemarau Panjang, Danau Limboto Jadi Padang Rumput

Fikram mengatakan, koalisi Nelson Pomalingo dan Rusli Habibie akan menjadikan Pilkada Kabupaten Gorontalo terpola dalam dua kekuatan besar.  “Hitungan politiknya seperti itu. Tapi kalau Nelson sepanggung dengan Rusli akan membuat lawan ketar-ketir,” tandasnya.

Kalau Nelson Pomalingo yang juga Ketua DPW PPP Gorontalo memutuskan untuk berkoalisi dengan PPP, menurut Fikram, Golkar punya banyak kader  potensial. Yang nanti akan bisa menopang elektabilitas petahana.

“Ada ketua DPD II Golkar Hendra Hemeto. Ada kader muda Alham Habibie. Dan kader-kader lain,” jelasnya.

BACA  Kemarau Panjang, Danau Limboto Jadi Padang Rumput

Soal kader muda Alham Habibie, Fikram mengatakan, figur ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Walau dari pandangan banyak orang, yang bersangkutan masih muda dan belum banyak di kenal.

“Pilwako Gorontalo sudah membuktikan, figur muda menjadi keinginan masyarakat. Awalnya banyak yang meragukan Ryan Kono. Tapi ternyata bisa jadi pemenang,” tambah Fikram.

Sebelumnya Nelson Pomalingo telah memberikan gambaran kriteria calon pendamping yang dia inginkan di Pilkada Kabupaten Gorontalo.

“Orang yang akan jadi pasangan saya adalah yang bisa memberikan kenyamanan. Ini soal calonnya ya (pasangan di Pilkada.red),” ujar Nelson memberi penekanan.

Kriteria kedua yaitu berasal dari partai yang bisa membawa pundi-pundi suara terbanyak. Kriteria ini bisa jadi sebuah isyarat. Figur pendamping yang diinginkan berasal dari partai besar. Yang mendapatkan suara besar di Pileg 2019. Sebagaimana diketahui, setelah PPP, partai peraih suara terbanyak di Kabupaten Gorontalo adalah Golkar. Golkar mendapatkan suara suara 15,54 persen atau 36.863 suara.

BACA  Kemarau Panjang, Danau Limboto Jadi Padang Rumput

Nasdem memang memiliki ambisi besar untuk bisa mengalahkan petahana di Pilkada Kabupaten Gorontalo. Mengimbangi kekuatan petahana di Pilkada yaitu memobilisasi program pemerintah untuk kepentingan pencalonan, Nasdem telah menyiapkan strategi khusus.

Yaitu menjual program caleg terpilih DPR-RI Rachmat Gobel  yang diyakini sudah dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Gorontalo. Seperti program dalam bidang pertanian dan perikanan kelautan.

“Kalau calon petahana menjalankan program pemerintah, maka kita di NasDem sudah menjalankan programnya pak RG (Rachmad Gobel,red), seperti untuk petani dan nelayan,” kata ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Gorontalo Rustam Akili sebelumnya. (gp/hg)

-