Senin, 17 Februari 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Koalisi Tokyo vs Koalisi Taruna, Siapa Paling Kuat?

Oleh Deice Pomalingo , dalam Headline Kabar Politik , pada Kamis, 16 Januari 2020 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Koalisi partai politik di Pilkada Kabupaten Gorontalo (Kabgor) 2020, lambat laun mulai terpola. Manuver partai politik mencari kawan koalisi, belakangan mulai mengarah pada terbentuknya dua koalisi. Yaitu koalisi PPP-Golkar dan koalisi Nasdem, Demokrat dan PKS.

Koalisi PPP-Golkar sudah hampir pasti terwujud. Kabar ini berhembus setelah Ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie yang juga Gubernur Gorontalo bertemu Ketua DPW PPP Gorontalo Nelson Pomalingo yang juga Bupati Gorontalo. Pertemuan itu berlangsung di rumah dinas jabatan Gubernur, kompleks Taruna Remaja, Kota Gorontalo, Senin (13/01/2020).

Sementara pembahasan koalisi Nasdem, Demokrat dan PKS telah berlangsung sebelumnya. Sekitar Desember 2019. Ketika pimpinan tiga partai itu diajak Wakil Ketua DPR-RI Rachmat Gobel yang juga anggota Dewan Pertimbangan DPP Nasdem, mengikuti lawatannya ke Tokyo, Jepang.

Rupanya ditengah lawatan kerja itu, pimpinan tiga partai yaitu Ketua DPD Nasdem Kabupaten Gorontalo Rustam Akili, Ketua DPD Demokrat Gusnar Ismail dan Ketua DPW PKS Adnan Entengo turut membahas koalisi tiga partai itu di Pilkada Kabupaten Gorontalo.

Bila nanti terwujud, dua koalisi ini bisa menjadi dua poros besar di Pilkada Kabupaten Gorontalo dengan kekuatan yang relatif berimbang. Koalisi Taruna (PPP-Golkar) dan Koalisi Tokyo (Nasdem, Demokrat dan PKS) memiliki dukungan elektoral yang hampir sama di parlemen. Koalisi Taruna punya modal 13 kursi (PPP 7 kursi + Golkar 6 kursi). Sementara koalisi Tokyo punya modal 11 kursi (Nasdem 4 kursi, Demokrat 4 kursi dan PKS 3 kursi).

Dua koalisi ini juga sama-sama diperkuat tokoh-tokoh partai yang bisa menstimulus dukungan pemilih terhadap calon. Koalisi Tokyo bisa menjual ketokohan Rusli Habibie yang dua periode berturut-turut terpilih menjadi Gubernur Gorontalo. Serta Ketua Umum DPP PPP yang kini menjabat Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

BACA  Tanaman Jagung Diserang Ulat, Komisi II Angkat Bicara

Di kubu koalisi Tokyo juga punya tokoh-tokoh yang menjual. Misalnya mantan Bupati Gorontalo dua periode David Bobihoe yang telah bergabung dengan Nasdem. Dan Wakil Ketua DPR-RI Rachmat Gobel.

Tak hanya sebatas itu, PPP yang bakal jadi penggerak utama di koalisi Taruna menjadi rising star di Pileg 2019. Dengan merebut kursi Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo setelah berhasil mendapatkan 7 kursi di parlemen.

Begitupun dengan Nasdem yang bakal jadi penggerak utama di koalisi Tokyo. Juga menjadi rising star di Pileg 2019. Di Pileg 2014 hanya mendapatkan satu kursi, tapi di Pileg selanjutnya langsung bisa mendapatkan kursi pimpinan DPRD Kabupaten Gorontalo setelah meraih 4 kursi.

Dari ketokohan calon yang akan diusung ke Pilkada, dua koalisi ini juga relatif imbang. Koalisi Taruna hampir dipastikan akan mengusung petahana Nelson Pomalingo dari PPP sebagai calon Bupati. Sementara pendampingnya dari Golkar yang akan mengisi kursi calon wakil bupati ada dua nama yang bersaing.

Yaitu Ketua DPD II Golkar Kabgor Hendra Hemeto serta pengurus DPD I Golkar  Warsito Sumawiyono yang kini duduk di DPRD provinsi.

Sementara koalisi Tokyo berpeluang besar bakal mengusung Rustam Akili sebagai calon bupati. Kandidat calon pendamping Rustam bisa istri David Bobihoe, Rahmijati Jahja atau kader Demokrat yang kini duduk di DPRD Provinsi Arifin Djakani yang meraih suara terbanyak di Dapil Kabupaten Gorontalo A saat Pileg 2019 lalu.

BACA  Panglima Ingatkan TNI-Polri Jaga Netralitas Pada Pilkada 2020

Peluang koalisi

Ketua Demokrat Kabupaten Gorontalo Chamdi Mayang mengatakan,  pembahasan koalisi Tokyo sejauh ini belum menghasilkan kesepakatan.

“Kalau bertemu dengan Nasdem memang sudah dilakukan tetapi kesepakatan untuk berkoalisi itu yang belum terjadi sampai dengan saat ini,” tegas Chamdi.

Ketua DPD PKS Kabupaten Gorontalo Rizal Badja juga mengutarakan hal yang sama. Bahwa belum ada pembahasan spesifik menyangkut koalisi Tokyo. Tapi, dia mengakui, PKS memiliki kedekatan emosional dengan Rustam Akili.

“Secara emosional memang PKS sangat dekat dengan Pak Rustam. Tetapi bicara koalisi Pilkada belum ada kesepakatan dan nanti kita lihat ke depannya,” jelas Rizal.

Sementara itu, Ketua Nasdem Kabupaten Gorontalo Rustam Akili mengaku pihaknya sejauh ini masih terus membangun komunikasi dengan sejumlah partai termasuk dengan PKS dan Demokrat.

“Kita lihat saja ke depan, karena keputusan rekomendasi nama pun dari pusat,” jelas Rustam.

Sementara Ketua DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo Hendra Hemeto menyatakan, pihaknya sangat mengharapkan koalisi Taruna bisa terbangun. Karena Golkar sangat berharap bisa bersama dengan PPP di Pilkada Kabupaten Gorontalo. Buktinya,

Kader Golkar menjadi pendaftar pertama dalam penjaringan wakil bupati yang dilakukan oleh PPP.

“Kita lihat saja mekanismenya seperti apa. Yang pasti membangun komunikasi politik terus kita lakukan,” jelas Hendra.

Sekretaris DPC PPP Jayusdi Rivai menyatakan,PPP pada prinsipnya akan tetap membuka diri dengan partai manapun. Makanya belum lama ini, Ketua DPW PPP Nelson Pomalingo melakukan kunjungan silaturahmi ke partai-partai yang memiliki kursi di DPRD Kabupaten Gorontalo.

BACA  Pemkab Gorontalo Naikkan Dana e-Warung

Soal pendamping Nelson, Jayusdi mengatakan, hal itu akan ditentukan melalui mekanisme penjaringan calon wakil bupati. “Nanti calon-calon yang masuk penjaringan akan kita survey elektatabilitasnya. Dan kita akan menggunakan beberapa lembaga survey dan hasil survey ini yang kita bawa ke DPP untuk terbitnya rekomendasi koalisi dengan PPP,” tandasnya.

Pesimis Koalisi Tokyo

Pemerhati politik di Kabupaten Gorontalo Ferdi Gani menyatakan pesimis dengan masa depan koalisi Tokyo. Bila yang figur calon bupati yang digadang adalah Rustam Akili.

“Karena sampai dengan saat ini yang muncul balihonya justru Sofyan-Rahmi, jadi kita lihat apakah pertemuan Tokyo kemarin bisa melahirkan kesepakatan koalisi pasangan atau tidak kedepannya,” jelas Ferdi.

Meski belakangan ini sudah mengerucut pada dua poros koalisi, peluang tampilnya calon lain di Pilkada Kabupaten Gorontalo masih sangat terbuka. Ferdi mencontohkan peluang Risjon Sunge yang belakangan ini sangat aktif mensosialisasikan diri melalui baliho.

“Tetapi ingat Risjon ini adalah birokrat Provinsi yang bisa saja menjajaki kemampuannya dalam pesta demokrasi nanti,” jelas Ferdi.

Lebih jauh Ferdi mengatakan, Nelson Pomalingo sebagai petahana di Pilkada Kabupaten Gorontalo akan tetap menjadi calon unggulan. Dia menyebut peluang Petahana menang di Pilkada bisa sampai 80 persen. Apalagi jika pendamping yang dipilih adalah figur yang bisa mendongkrak elektabilitas di Pilkada.

“Untuk petahana tinggal bagaimana memilih calon pasangannya sudah barang tentunya dirinya masih diperhitungkan,” ungkap Ferdi. (gp/hg)