Kamis, 15 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kodim Buat Drama Kolosal Perjuangan Nani Wartabone

Oleh Aslan , dalam Metropolis , pada Jumat, 18 Agustus 2017 | 12:30 WITA Tag: , , ,
  DRAMA KOLOSAL - Pada HUT Kemerdekaan RI ke 72 ini, Kodim 1304 Gorontalo menggagas kegiatan drama kolosal yang mengisahkan perjuangan pahlawan Gorontalo Nani Wartabone dalam mengusir penjajah belanda pada 23 Januari 1942.


GORONTALO Hargo.co.id – Usai melaksanakan upacara HUT Kemerdekaan RI ke 72, Kodim 1304 Gorontalo menyajikan drama kolosal perjuangan pahlawan Gorontalo, Nani Wartabone dalam melawan penjajahan Belanda. Drama kolosal ini digelar di lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo, kemarin, Kamis (17/8).

Pentas drama sejarah perlawanan mengusir penjajah dari Gorontalo yang diperankan oleh anggota Kodim 1304 Gorontalo dan mahasiswa, pelajar dan masyarakat. “Kita sengaja tampilkan kepahlawanan di Gorontalo dengan harapan pemuda dapat mengetahui bagaimana sejarah perjuangan pahlawan Gorontalo pada waktu itu,” kata Dandim 1304 Gorontalo, Letkol Inf. Dadang Ismail Marzuki, di sela-sela kegiatan.

Dia pun mengakui sejarah bahwa Gorontalo sudah lebih dulu merdeka pada 23 Januari 1942. Drama kolosal perjuangan ini dapat memberikan motivasi kepada pemuda, khususnya pelajar dan mahasiswa, bahwa pahlawan Nani Wartabone sangat heroik dalam merebut kemerdekaan di Gorontalo.

BACA  Akses Padebuolo-Bypas Talumolo Terendam Air

Lewat momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 ini, masyarakat Gorontalo lebih bersemangat dalam mengisi kemerdekaan sehingga pembangunan di Gorontalo lebih maju dan bisa setara dengan daerah lainnya di Indonesia. “Pahlawan Nani Wartabone, begitu heroik dan ini diharapkan menjadi contoh bagi kita semua,” tegasnya.

BACA  Mabes Polri Diserang OTK Bersenjata, Satu Orang Dilumpuhkan

Kemudian juga keberhasilan pengibar bendera di upacara HUT kemerdekaan RI yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Dandim mengaku pihaknya senang dan lega karena pengibaran bendera Merah Putih ini sangat sakral.

“Pengibaran bendera sudah selesai, saya merasa senang dan masyarakat Gorontalo pun bangga atas keberhasilan tersebut,” jelasnya. Ia mengaku tim paskibraka ini dilatih kurang lebih selama dua bulan, mulai dari tahap perencanaan, pelatihan, dan terakhir pelaksanaannya. Pelatih dihimpun dari TNI-Polri dan hasilnya sangat memuaskan.

Sementara di Limboto, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Sanggar Seni Abdi Budaya Universitas Gorontalo (UG) turun ke jalan menggelar aksi teatrikal dan pembacaan puisi, tepat di kolong Pakaya Tower Limboto.

BACA  Harga Ayam Kampung di Kota Gorontalo Tembus Rp 100 Ribu per Ekor

Amirudin, yang bertugas sebagai pembaca puisi dalam teatrikal tersebut mengatakan, aksi yang dilakukan anak-anak Sangaar seni Abdi Budaya UG ini semata-mata untuk lebih memberikan refleksi kepada masyarakat tentang Hari kemerdekaan dan perjuangan para pahlawan yang dengan susah payah merebutnya dari tangan para penjajah.

“Semoga aksi kali ini bisa membuat masyarakat lebih mengerti arti kemerdekaan itu sendiri,” ungkap Amirudin.(tr-45/tr-56/hg)


Komentar