Senin, 29 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kolaborasi Tim Watawatanga dan Tim Tarsius Bekuk DPO Terduga Kasus Asusila

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:35 PM Tag: , , , , ,
  Kapolres Bone Bolango AKBP Emile Reisitei Hartanto S.I.K MH didampingi Kasat Reskrim IPTU Muhammad Aprianto, S.Tk saat menggelar konferensi pers kasus asusila, Selasa (26/10/2021). (Foto: Zulkifli Polimengo)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tim Resmob Watawatanga Sat Reskrim Polres Bone Bolango berkolaborasi dengan Tim Tarsius Polres Bitung, berhasil mengamankan salah seorang pria berinisial YS alias Buts (34), warga Kelurahan Pauwo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, yang merupakan terduga kasus asusila.

YS alias Buts, sang predator anak ini diringkus oleh Tim gabungan di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, setelah 2 bulan lamanya menjadi buronan Polisi atas dugaan kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur.

“Jadi benar YS ini diamankan atas kasus dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur, yang diduga dilakukan di tempat kerjanya yaitu barbershop. Korbannya sudah melapor dan lebih dari 5 orang, serta rata-rata masih dibawah umur,” jelas AKBP Emile Reisitei Hartanto S.I.K MH.

Lanjut Kapolres Bone Bolango juga menambahkan, adapun modus yang digunakan terduga pelaku yaitu menawarkan cukur rambut gratis kepada korbannya serta diimingi uang Rp.10.000.

“Dia menawarkan potong rambut gratis kepada korbannya, bahkan diimingi uang Rp.10.000. Tkp-nya di Desa Talumopatu, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Ia menjalankan usaha barbershop itu selama kurang lebih 2 tahun. Menurut pengakuan YS, dia sering kali melakukan aksinya di tempat usahanya tersebut,” tambah AKBP Emile Reisitei Hartanto S.I.K MH.

Atas perbuatannya, YS terancam akan dijerat dengan pasal tindakan kejahatan asusila atau cabul, Pasal 82 ayat 1, Undang Undang nomor 17 tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah, pengganti Undang – Undang nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, Junto Pasal 76 E, dan pasal 64 ayat 1 KUHP, dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 3 tahun, serta denda paling banyak 300 juta rupiah. (*)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 278 times, 1 visits today)

Komentar