Selasa, 2 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Komisi II Minta Aktifkan Proses Belajar Mengajar di Masa Pandemi

Oleh Deice Pomalingo , dalam Advertorial Legislatif , pada Minggu, 19 Juli 2020 | 14:05 WITA Tag: , ,
  Ketua Komisi II DPRD Kabgor, Ali Polapa


Hargo.co.id, GORONTALO – Memasuki tahun ajaran baru 2020 ini, DPRD Kabupaten Gorontalo, meminta kepada tenaga pengajar (guru) untuk mengaktifkan proses belajar mengajar. Ini demi kemajuan siswa, meskipun kini tengah berada di masa pandemi.

Penegasan ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo, Ali Polapa, mengingat adanya siswa yang hingga kini belum mendapat pelajaran dari sekolah. Apalagi siswa yang berada di daerah terpencil yang sulit terjangkau jaringan telekomunikasi.

BACA  Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Anggaran Lewat Bimtek

“Saat ini memang ada sekolah yang menggunakan sistem daring, saat proses belajar mengajar berlangsung. Namun, banyak juga siswa yang tak bisa melakukan itu karena tak ada jaringan telekomunikasi,” kata Ali Polapa ketika dihubungi media ini, Ahad (19/07/2020)

Ali Polapa lantas meminta sekolah untuk memikirkan daerah yang sulit dilakukan sistem Daring untuk dilakukan prosedur lain. Bagaimana cara guru-guru mengaktifkan siswanya, apakah memediasi dari rumah ke rumah atau ada protokol kesehatan lain yang akan digunakan.

BACA  Rusli Habibie Tegaskan Penggunaan Anggaran Fokus pada Program Prioritas

“Misalnya saja ada proses belajar tatap muka, tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seperti dengan membagi shift pada anak didik untuk belajar di sekolah. Bisa saja dijadwalkan bergantian masuk, misalnya hari ini kelas 1 dan seterusnya atau dibagi satu kelas dua shift, asalkan metode pembelajaran tersampaikan,” jelasnya.

Ali Polapa menambahkan, sistem pembelajaran seperti ini juga sudah disampaikan pada rapat orang tua murid bersama komite di beberapa sekolah lalu. Intinya adalah kesiapan sekolah dan kesepakatan orang tua agar anak tetap mendapatkan pelajaran dengan baik. Namun juga menghindari sedini mungkin penumpukan dalam kelas.

BACA  Sebanyak 96 Honorer dan Penyuluh Diangkat jadi PPPK di Kabgor

“Siswa wajib untuk tetap belajar, sehingga perlu keseriusan tenaga pendidikan untuk menggairahkan siswa kembali belajar dengan pola pengajaran yang berbeda,” kuncinya. (wie/adv/hg)


Komentar