Sabtu, 5 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Komisi II Minta Dana BOS Tak Digunakan Tanggulangi Covid-19

Oleh Deice Pomalingo , dalam Advertorial Legislatif , pada Kamis, 18 Juni 2020 | 18:30 WITA Tag: ,
  Suasana rapat kerja Komisi ll dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait penggunaan dana BOS. (Foto Deice/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo (Kabgor) meminta agar dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tak digunakan untuk penanggulangan Covid-19. Pasalnya, dana tersebut ada peruntukannya.

Penegasan ini disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kabgor, Syarifudin Bano usai mengikuti rapat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (16/06/2020). Syarifudin Bano berharap agar dana bos digunakan sesuai peruntukannya dan jangan dipergunakan untuk penanganan Covid-19.

BACA  DPRD Kabgor Apresiasi Sikap Guru dan Orang Tua Siswa

“Saat ini jika dibuka sekolah dengan menggunakan standar protokol kesehatan, yang digantungkan ke dana BOS ini, tentunya tidak efektif. Pasalnya, dana BOS sudah diperuntukkan untuk operasional sekolah, termasuk anggaran honorer,” kata Syarifudin Bano.

BACA  Komunikasi Lewat Radio Masih Penting

Jika tetap dipaksakan bahwa dana BOS digunakan untuk penanganan Covid-19, dinilai tak akan berjalan optimal. Solusinya yakni pemerintah pusat memberikan ruang kepada pemerintah daerah untuk menambahkan anggaran.

“Jika berani membuka sekolah tatap muka terutama bagi anak didik SD, harus dibarengi dengan anggaran yang sifatnya protokol kesehatan secara ketat,” tegas Syarifudin Bano.

BACA  Wagub Gorontalo Minta Informasi Daerah Dapat Porsi Lebih

Masih pada kesempatan yang sama, Syarifudin Bano mengungkapkan bahwa berdasarkan rapat koordinasi Kementrian yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, dana BOS diberi ruang 50 persen untuk penanganan Covid-19 terkait dengan New Normal. Ini tentunya sangat tidak memadai dan tak cukup anggarannya. (wie/adv/hg)


Komentar