Jumat, 18 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kondisi Penghuni Lapas Membaik, Tinggal Tunggu Hasil Uji Sampel dari BPOM

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Metropolis , pada Senin, 10 Mei 2021 | 14:05 WITA Tag: ,
  Suasanan penanganan terhadap sejumlah WBP di Lapas Kelas IIA Gorontalo yang diduga keracunan makanan, Ahad (09/05/2021). (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Terkait dugaaan keracunan makanan yang dialami oleh Warga Binaan Prmasyarakatan (WBP), pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo menyampaikan masih melakukan investigasi dan sedang menunggu hasil uji lab yang telah dikirim ke pihak BPOM Gorontalo, Senin (10/05/2021).

Hal itu diungkapkan oleh dr. Sriyolanda Djafar, selaku dokter di Lapas Kelas IIA Gorontalo yang mengaku telah mengirimkan sampel ke semua jenis atau varian makanan yang menjadi menu buka puasa para WBP.

Dalam peristiwa tersebut, dr. Sriyolanda Djafar selaku Dokter Lapas Kelas IIA Gorontalo mengungkapkan, ada sekitar 110 orang WBP yang mengalami gejala mual dan muntah setelah berbuka puasa bersama di dalam lapas dan sebanyak 49 orang lainnya harus dilarikan kerumah sakit.

BACA  Memancing di Danau Limboto, Warga Ulapota Ditemukan Meninggal  

“Awalnya kita melaksanakan buka puasa bersama di dalam Lapas dan sekitar pukul 21.30 Wita, ada 110 orang WBP yang menyampaikan keluhan gejala seperti mual dan muntah. Dari 110 orang itu, 49 lainnya harus kita larikan ke rumah sakit guna menjalani penanganan yang serius, sementara sisanya kita tangani sendiri,”ungkap dr. Sriyolanda Djafar.

Lanjut ia juga menyampaikan bahwa makanan yang dikonsumsi oleh WBP saat berbuka puasa tersebut terdiri dari beberapa jenis sperti kue dan bubur ayam, bahkan ada juga makanan dari luar lainnya yang dibawa oleh keluarga WBP.

BACA  Diduga Jemput Narkoba, Dua Warga Ditangkap Polisi

“Makanan itu kita pesan dari luar, ada macam-macam kue dan juga menu bubur ayam. Mungkin juga ada yang diantar oleh pihak keluarga WBP. Saat ini kita belum dapat memastikan bahwa ini keracunan makanan, karena kita masih menunggu hasil uji sampel dari pihak BPOM Gorontalo,”ujar dr. Sriyolanda Djafar.

Ia juga menambahkan, saat ini kondisi 49 orang WBP yang dilarikan ke rumah sakit sudah berangsur membaik, bahkan pihak RS sendiri sudah bisa mengijinkan WBP untuk kembali ke Lapas.

BACA  Warga Datahu Kebanjiran Saat Rayakan Lebaran Ketupat 

“Tadi pihak rumah sakit sudah memberitahu bahwa para WBP ini sudah bisa kembali karena kondisinya telah membaik. Namun begitu kita di sini tetap akan melakukan observasi dan isolasi mandiri selama 14 hari bagi seluruh WBP yang keluar lapas walaupun kurang dari 24 jam. Ini adalah protap kita di Lapas Kelas IIA Gorontalo,”tambah dr. Sriyolanda Djafar.

Hingga dengan saat ini pihak Lapas Kelas IIA Gorontalo sendiri masih menunggu hasil uji lab sampel makanan dari pihak BPOM Gorontalo sebagai bagian dari investigasi untuk memastikan secara pasti penyebab utama dugaan keracunan makanan tersebut.(zul/hargo)


Komentar