Kamis, 22 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Koperasi Bakal Diawasi Bank Dunia

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 10 Juni 2016 | 13:26 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – ‎ Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menggandeng Bank Dunia untuk menyusun action plan terhadap sistem pengawasan seluruh koperasi di tanah air.

Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop UKM Meliadi Sembiring‎ mengungkapkan, Bank Dunia sudah pernah mengkaji dan melakukan penelitian mengenai pengawasan sistem online koperasi khusus KSP (koperasi Simpan pinjam) dan USP (Unit Simpan Pinjam). Salah satu hasil rekomendasinya adalah mengenai pentingnya pengawasan.

“Karenanya, kami bekerjasama kembali dengan Bank Dunia menyusun action plan pengawasan terhadap koperasi di Indonesia, yang meliputi tak hanya terhadap KSP dan USP saja”, kata Meliadi di Jakarta, Kamis (9/6).

BACA  Terlibat LGBT, Brigjen EP Sudah Dijatuhi Sanksi Setahun Silam

Meliadi menuturkan, action plan pengawasan itu bertujuan untuk membangun sebuah koperasi yang berkualitas.

“Kita lebih memprioritaskan kualitas koperasi ketimbang kuantitas. Namun, bila semakin banyak jumlah koperasi yang berkualitas, itu yang kita harapkan. Saat ini, dari 150 ribuan koperasi yang aktif di seluruh Indonesia, baru ada sekitar 58 ribu koperasi yang sudah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT)”, beber dia.

Menurut Meliadi, terkait hal itu harus ada pengawasan koperasi secara berjenjang, sesuai aturan yang ada.

BACA  Ada Perbedaan Frasa dalam UU Ciptaker yang Terkait AMDAL

“Kalau untuk pengawasan koperasi yang kecil-kecil, jelas akan dibutuhkan supervisi yang banyak. Sedangkan untuk pengawasan terhadap koperasi-koperasi yang sudah besar, sistemnya sudah ada dan tinggal jalan saja”, tukas dia.

Bila sistem pengawasan sudah kuat, lanjut Meliadi, maka ke depan koperasi di Indonesia akan tumbuh sebagai lembaga keuangan yang biasa diterima dan bisa dipercaya oleh masyarakat.

“Ini yang penting, yaitu koperasi bisa diterima dan bisa dipercaya oleh masyarakat luas. Oleh karenanya, sistem pengawasan koperasi akan terus kita perkuat”, tandas Meliadi.

BACA  6 dari 77 Orang yang Hilang Secara Misterius di Hutan Agam Ditemukan

Jauhari Sitorus dari Bank Dunia Jakarta berharap agar kemitraan antara Bank Dunia dengan Kemenkop UKM bisa terus berlanjut, sehingga mampu membuat koperasi (termasuk KSP/USP) di seluruh Indonesia menjadi kuat, sehat, dan tangguh.

“Dua tahun lalu Bank Dunia sudah pernah melakukan kajian pengawasan seperti ini. Dan salah satu rekomendasinya adalah perlunya pengawasan KSP/USP, termasuk terkait pengawasan terhadap laporan keuangan koperasi yang akuntabel”, pungkas dia.(hyt/JPG/hargo)

Laman: 1 2


Komentar