Rabu, 30 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Koramil Atinggola Gagalkan Penyelundupan 3.080 Liter Cap Tikus

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Metropolis , pada Sabtu, 9 November 2019 | 21:01 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Komando Rayon Militer (Koramil) Atinggola, Sabtu (09/11/2019) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 3.080 liter minuman keras (Miras) jenis Cap Tikus. Miras tersebut dibawa dari Sulawesi Utara (Sulut) dan rencananya akan diedar di wilayah Gorontalo.

Informasi yang berhasil dihimpun, penangkapan 3.080 liter Cap Tikus ini, berawal dari adanya 2 unit mobil mini bus yang berhenti pada salah satu minimarket yang ada di Desa Kotajin. Salah seorang anggota Koramil Atinggola, Serda Hamid Lifu, mencurigai mobil tersebut hingga langsung melakukan pemeriksaan.

BACA  Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Terancam Hukuman Mati

Benar saja, setelah diperiksa, dari dua unit mobil jenis mini bus dengan nomor Polisi DB 4171 BB dan DB 1360 FB, ditemukan tengah mengangkut 140 kantong plastik Miras jenis Cap Tikus. Kedua mobil tersebut langsung dibawa untuk diamankan ke Makoramil Atinggola yang tak jauh dari lokasi tersebut.

Komandan Kodim 1314 Gorontalo Utara, Letkol Armed. Firstya Andrean Gitrias, SH, MM, menjelaskan, berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan terhadap para supir dari kedua mobil tersebut, mengakui bahwa sebanyak 3.080 liter Cap Tikus ini dibawa dari Kecamatan Tombatu, Kabupaten Minahasa, untuk diantar kepada salah seorang warga berinisial BT, yang beralamat di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

BACA  Ini Data Jumlah Rumah yang Terendam di Bulango Utara

“Selain 2 orang supir mini bus, Koramil Atinggola juga mengintrogasi salah seorang wanita berinisial RT (41), warga Desa Silian, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara. Dirinya mengaku bahawa Cap tikus yang dikemas dalam kantong plastik berukuran 22 liter dengan total 140 Kantong atau 3.080 Liter cap tikus tersebut, memang benar adalah miliknya sendiri, yang rencananya akan di bawa ke Gorontalo,”jelas Letkol Armed. Firstya Andrean Gitrias, SH.

BACA  Pelajar SMK di Gorontalo Tikam Pamannya Hingga Meninggal Dunia

Banrang bukti cap tikus beserta 2 unit mobil yang digunakan untuk mengangkut, saat ini masih di tahan di Makoramil Atinggola. Sementara untuk dua orang supir dan seorang pemiliknya telah dilakukan pendataan serta pemeriksaan lebih dalam.(zul/hg)


Komentar