Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Korban Banjir Bandang di Luwu Utara Bertambah, 16 Korban Jiwa dan 23 Orang Hilang

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar dari Timur , pada Rabu, 15 Juli 2020 | 15:05 Tag: , , ,
  Banjir bandang di Luwu Utara, Sulsel. Foto: antara

Hargo.co.id, LUWU UTARA – Banjir bandang yang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, sejauh ini telah menelan korban total sebanyak 16 orang.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar Mustari, sebanyak 12 dari 16 jenazah warga yang meninggal dunia akibat banjir di Luwu Utara, sudah berhasil diidentifikasi dan empat lainnya masih dalam proses identifikasi.

Bencana banjir bandang, menurut Mustari, juga mengakibatkan 10 orang terluka sehingga harus menjalani perawatan di RSUD Andi Djemma di Masamba.

Selain itu, banjir memaksa 156 keluarga yang terdiri atas 655 orang mengungsi menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara.

Petugas juga masih mencari 23 orang yang dilaporkan hilang.

“Hari ini tim akan kembali melakukan pencarian korban dan berkoordinasi dengan tim gabungan penanggulangan bencana di Luwu Utara,” kata Mustari.

Menurut BPBD Kabupaten Luwu Utara, hujan deras menyebabkan air Sungai Masamba, Sungai Rongkang, dan Sungai Radda meluap dan menimbulkan banjir pada Senin (13/7) malam.

Banjir menyebabkan permukiman warga tergenang di Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat. (antara/jpnn/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com dengan judul: “Banjir Bandang di Luwu Utara Telan 16 Korban Jiwa dan 23 Orang Hilang“. Pada edisi Rabu, 15 Juli 2020.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Komentar