Korban Gantung Diri, Dikenal Pendiam dan Jarang Berinteraksi

Ilustrasi

-

Hargo.co.id GORONTALO – Korban gantung diri bernama Rizal Monoarfa dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang berinteraksi dengan tetangga. Korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kediamannya Desa Bongoime, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (19/11/2019) yang ditemukan pada pukul 07.00 wita.

Informasi yang berhasil dihimpun, korban yang diketahui bernama Rizal Monoarfa (22), pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya Yayat Monoarfa (33), dalam kondisi tergantung di kamarnya dengan seutas kabel (berita sebelumnya ditulis seutas tali). Kabel berwarna putih tersebut dililit di leher dan saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Semalam sekitar pukul 22.00 wita, korban ini sempat ke luar rumah entah ke mana, dan kami kurang tahu jam berapa balik lagi. Pada pukul 07.00 wita saat saya membuka pintu kamar untuk membangunkan korban, saya menemukan sudah dalam kondisi tergantung dan tidak bernyawa lagi,” ujar Yayat Monoarfa.

Baca Juga: Seorang Pemuda di Bongoime Ditemukan Gantung Diri

Lanjut kata Yayat Monoarfa, korban merupakan sosok yang pendiam dan jarang berinteraksi dengan warga lainnya, apalagi bermasalah. Korban sendiri masih berstatus bujang dan memiliki kekasih.

“Akhir-akhir ini dirinya terlihat seperti gelisah, saya berusaha menanyakan jika dirinya memiliki masalah. Namun jawaban dari korban bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja dan tidak ada masalah,” tambahnya.

Sementara itu Kapolsek Tilongkabila IPDA Irwan Arifin Ali SE menjelaskan, setelah menerima informasi peristiwa gantung diri tersebut, pihaknya segera turun ke tempat kejadian untuk melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut.

“Setelah kita cek bahwa benar terjadi peristiwa gantung diri, kita lansung berkoordinasi dengan pihak Reskrim Polres Bone Bolango dalam hal ini tim Inafis serta petugas dari Puskesmas Tilongkabila. Saat dilakukan identifikasi dilokasi tersebut, dapat dipastikan bahwa korban murni gantung diri, atau tidak ada tanda-tanda kekerasan di bagian lain tubuh korban,” jelas IPDA Irwan Arifin Ali SE.

Rencananya pihak Kepolisian Resor Bone Bolango akan melakukan autopsi terhadap mayat korban, namun pihak keluarga menolak. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga sedang mempersiapkan prosesi pemakaman korban.(zul/hg)