Tim Satgas IBF saat menggelar pertemuan guna membahas langkah-langkah yang akan dilakukan. (Foto: Istimewa)

Korban Investasi Diinventarisir, IBF Bentuk Satgas di Kabupaten Gorontalo

Legislatif

Hargo.co.id, GORONTALO – Guna menginventarisir jumlah warga yang menjadi korban investasi dari Rahmat Ambo (RA), perusahaan investasi penyedia jasa fasilitas trading forex dan indeks saham PT. Internasional Business Future (IBF)  membentuk Satuan Tugas (Satgas) di sejumlah daerah di wilayah Provinsi Gorontalo. 

Ketua Satgas IBF Provinsi Gorontalo, Iskandar Mangopa menjelaskan, Satgas yang dibentuk oleh perusahaan tugasnya adalah mendata keseluruhan member dan jumlah uang yang telah diinvestasikan melalui investasi milik Rahmat Ambo. 

banner 728x485

“Satgas yang dibentuk ini adalah langkah IBF untuk menjawab berbagai keluhan dan beragam spekulasi masyarakat,” jelas Iskandar, Jumat (11/02/2022). 

Iskandar mengatakan, bagi masyarakat atau member yang telah menjadi korban dari Rahmat Ambo dapat melakukan pengaduan kepada Satgas IBF dengan syarat mendata maupun mengisi formulir yang telah disediakan oleh pihak perusahaan. Setiap member kata Iskandar, wajib menyertakan bukti atau kwitansi jumlah setoran uang yang pernah dikirim ke rekening Rahmat Ambo. Tak hanya itu, IBF juga diwajibkan member untuk menyertakan bukti transfer uang atau keuntungan investasi yang pernah dikirim oleh RA. 

“IBF telah menunjuk koordinator Satgas di setiap kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Gorontalo. Kenapa ini dilakukan, karena IBF ingin memastikan berapa jumlah member dan uang yang telah masuk ke rekening Rahmat Ambo,” terang Iskandar.

Lanjut dikatakan aleg tiga periode ini, melalui layanan ini, masyarakat akan terbantukan. Satgas IBF adalah sarana interaktif bagi masyarakat, dengan harapan uang bisa kembali. Iskandar juga memperingatkan RA agar segera menampakkan diri dan bertanggung jawab terhadap masyarakat yang telah menjadi korban Investasinya sebelum persoalan ini digulirkan ke ranah hukum. 

“IBF membuka ruang bagi Rahmat Ambo untuk duduk bersama membahas persoalan ini. Pimpinan IBF sudah hampir dua minggu  berada di Gorontalo, RA  hingga saat ini tidak tahu kemana. Padahal, semua berharap agar persoalan ini ada solusinya sebelum berakhir ke ranah pidana,” tandas Iskandar. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *