Selasa, 7 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Korban Lakalantas 1 Muharam Masih Trauma, Minta Pelaku Dihukum Berat

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Jumat, 7 Oktober 2016 | 11:28 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Efendi Kaaba warga Kelurahan Kayubulan, Kecamatan Limboto yang menjadi korban lakalantas, pada perayaan  1 Muharram di depan mesjid Agung Baiturahman Limboto beberapa hari lalu, mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut.

Pria yang tercatat sebagai tenaga abdi di RS MM Dunda Limboto itu, hingga kini masih dirawat intensif di RS Dunda, dan sesuai rencana hari ini akan menjalani operasi.

Saat diwawancarai Gorontalo Post di ruang Irina E, RS Dunda, Efendi mengungkapkan, pada Sabtu malam, dirinya merasa tidak bisa tidur hingga pagi hari. Dalam pikiraanya Evendi mengatakan, dirinya terus berpikir, apa gerangan yang akan terjadi dengan dirinya pada esok pagi, karena dirinya terus merasa gelisah dan tidak dapat beristirahat malam sebagaimana biasanya.

BACA  Polda Gorontalo Ringkus DPO Dugaan Kasus Penggelapan Mobil

“Waktu akan menuju ke lokasi start untuk pawai saja, pikiran saya terus melayang, memikirkan kemungkinan apa yang akan terjadi pada diri saya. Tidak taunya kejadian naas ini yang saya alami,” urainya.

BACA  Tiga Kecamatan di Kota Gorontalo Diterjang Banjir, Warga Diungsikan

Dikatakan pula olehnya, memang pada pagi hari, dirinya merasa ragu untuk ikut dalam pawai tersebut, karena selain dirinya memiliki firasat buruk, dirinya juga tidak tidur semalaman, sehingga masih ada rasa kantuk.

“Kalau Cuma ditanya, saat itu sudah tidak ingin ikut. Tapi apa daya, saya sudah ditunjuk untuk ikut dalam pawai,” ujarnya.

Ditanyakan apakah dirinya tidak sempat melihat mobil yang akan menabraknya, Evendi mengaku, dirinya baru bisa melihat mobil, setelah menabrak beberapa sepeda motor, sehingga dirinya sudah tidak dapat menghindar, sehingga akibat tabrakan dirinya harus mengalami patah pada tulang kaki tepatnya pada betis kiri.

BACA  Mencuri, Terekam CCTV, Warga Asal Bitung Dibekuk Polisi di Gorontalo

“Besok (hari ini-red) saya akan dioperasi untuk dipasangkan pen pada tulang kaki saya yang patah,” ucapnya. Dengan kejadian ini, Evendi meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan hukuman setimpal dengan apa yang telah diperbuat oleh pelaku.

“Pelaku harus dihukum seberat-beratnya, kalau perlu dipecat. Agar hal ini bias menjadi contoh bagi yang lainnya,” tutupnya. (ded/hargo)


Komentar