Minggu, 28 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Korban Musibah di Wonosari dapat Atensi Pemerintah

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Sabtu, 16 Oktober 2021 | 09:05 AM Tag: ,
  Camat Wonosari, Lukman Amu, S.Pd.,MM. (Foto : Majid Rahman/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Para korban yang ditimpa musibah alam di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, dapat atensi dari Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Boalemo.

Hal itu dibenarkan Camat Wonosari, Lukman Amu. Kepada Hargo.co.id, ia menyebut sedikitnya 12 rumah warga yang terdampak musibah angin puting beliung disertai hujan lebat, pada Kamis, (14/10/2021) tersebut.

“Di Desa Harapan ada 11, tambah di Desa Jati Mulya, ada 1 rumah yang juga hancur dapurnya, diporak-porandakan angin yang kalau istilah orang Gorontalo, adalah Dutalo,” kata Lukman, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat, (15/10/2021).

Dikatakan Lukman, khusus di Desa Harapan, terdapat 1 diantaranya adalah rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dibangun Pemerintah pada 2020 lalu.

Kades Harapan, Juari Nisalikin. (Foto : Majid Rahman/HARGO).
Kades Harapan, Juari Nisalikin. (Foto : Majid Rahman/HARGO).

“Begitu saya cek langsung di lapangan, memang benar ada salah 1 diantara rumah rusak itu, merupakan bangunan BSPS yang diprogramkan oleh Kementerian PUPR 2020,” jelasnya.

Lanjutnya, adapun untuk kerugian materil akibat peristiwa yang tak diinginkan tersebut, sedang dilakukan pendataan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boalemo.

“Alhamdulillah BPBD sudah turun, kita Pemerintah Kecamatan dan Desa juga sudah memberikan data laporan sebagai bahan kajian mereka, untuk menentukan mana yang prioritas,” imbuhnya.

Mantan Kabag Tapem Pemkab Boalemo ini pun, merasa prihatin atas musibah yang melanda sejumlah masyarakatnya tersebut. Ia berharap ada hikmah di balik ini, dan menjadi pembelajaran kedepan, agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

“Tentunya sangat prihatin, makanya saya juga turut membantu pakai uang pribadi yang saya tidak bisa sebut jumlahnya. Jika ada para dermawan, silahkan dan kami sangat berterima kasih,”cetusnya.

Kepala Desa (Kades) Harapan, Juari Nisalikin, saat dikonfirmasi Hargo.co.id, pada Jumat (15/10/2021) menambahkan, 1 bangunan, berupa pendopo Mushola, ikut hancur dihantam peristiwa alam tersebut. 

“Awalnya, laporan yang saya terima dari Kadus itu, hanya 8 rumah. Ternyata setelah dicek langsung, seluruhnya ada 11, termasuk disitu pendopo Mushola. Dan ada 3 rumah yang paling parah,”kata Juari.

Khususnya di Desa Harapan lanjut Juari, rumah-rumah yang mengalami kerusakan tersebut, terbagi di 3 Dusun berbeda. Masing-masing di Dusun Karang Wetan, Karang Anyar dan Karang Tengah.

“Kalau 1 rumah BSPS itu di Karang Anyar, sebagian korban ada yang mengungsi. Sebagian lagi ada yang membersihkan puing-puing bangunan. Alhamdulillah BPBD juga sudah turun,”ujarnya.

Merespon kejadian ini kata Juari, pihaknya sesegera mungkin menggelar pertemuan. Mencari titik terangnya, guna meringankan beban yang dialami para korban, khususnya di Desa Harapan.

“Kalau regulasi, tahun ini memang tidak ada Dana Desa untuk bencana, karena fokus pada penanganan Covid-19. Tapi semua nanti akan kami musyawarahkan, bersama melibatkan BPD,” kuncinya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 155 times, 1 visits today)

Komentar