Jumat, 14 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Korban Sianida Sempat Kritis, Palaku Akui Sianida untuk Membius Ikan di Sungai

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 21 Juli 2016 | 12:58 WITA Tag:
  


Hargo.co.id BONBOL – Korban pencemaran sungai dengan bahan sianida yang terjadi di Desa Tolomato, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) terus bertambah jumlahnya. Bila sebelumnya hanya ada 4 korban saja, kemarin, (20/7) sudah menjadi 9 orang.

Korban yang masih anak-anak itu, sempat dirawat kritis di rumah sakit akibat mengalami sakit perut dan muntah-muntah setelah meminum air sungai.

“Tapi saat ini kondisi mereka sudah sudah mulai membaik. Dinas Kesehatan Bonbol telah turun mendatangi lokasi Desa Tolomato dan melakukan pemeriksaan dan pengobatan terhadap korban,” kata Kades Talomoto, Rustam Mokodompit.

BACA  Waspada, Tiga Kotak Amal Dibobol Maling di Marisa

Menurut Rustam, para pelaku sejatinya tak bermaksud untuk meracuni masyarakat. Bahan Sianda hanya digunakan mereka untuk membius ikan yang hendak mereka tangkap di Sungai.

“Tapi kalau masayrakat yang sakit perut itu belum pasti kalau itu karena racun sianda. Saya juga masih menunggu hasil pemeriksaan lab,” kata Rustam.

BACA  Gembong Narkoba Daniel Edi Johannes Divonis Hukuman Mati

Sebelumnya petugas Polres Bonbol telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Mereka adalah penambang di desa setempat. Masing-masing HN alias anto (42), IN alias Man (20), dan DV alias Dev (19). Ketiganya warga Desa Tolomoto, Suwawa Tengah. Sementara satunya lagi yakni DD alias Andi (17) warga Suwawa.

Kapolres Bone Bolango AKBP Wahyu Tri Cahyono mengatakan, dalam pemeriksaan, keempat pelakuk mengakui memang telah membuang Sianida ke suangi. Sianida tersebut merupakan sisa hasil olahan tambang emas Bonbol.

BACA  Bantu Pengamanan Warga Binaan, Polda Gorontalo Kerahkan Personil ke Rumah Sakit

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan apakah air tersebut memang benar-benar sudah tercemar oleh Sianida. Penyelidikan lanjutan dengan melibatkan pihak berkompeten masih perlu dilakukan untuk pembuktian yang valid. “Kita masih menunggu hasil pengujian laboratorium tentang air sungai yang diduga tercampur zat kimia,” jelasnya. (tr 48/ar/hargo)


Komentar