Sabtu, 8 Agustus 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Korban Tewas Bertambah, Rusuh Etnis di Ethiopia Makin Mencekam

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Kamis, 9 Juli 2020 | 23:05 WITA Tag: ,
  Militer Ethiopia berpatroli di jalan untuk mengatasi aksi protes yang telah berubah menjadi kerusuhan etnis (Tiksa Negeri/Reuters)


Hargo.co.id, ADDIS ABABA – Korban tewas imbas demonstrasi dan kekerasan etnis yang meletus di Ethiopia buntut tewasnya penyanyi populer dari kelompok etnis Oromo mencapai 239 jiwa. Situasi semakin mencekam dan tak terkendali.

Bintang pop Hachalu Hundessa dianggap pahlawan bagi etnis Oromo. Dia selalu mewakili suara kaum marjinal. Namun sang penyanyi tewas ditembak oleh penyerang tak dikenal pada 29 Juni. Insiden itu meningkatkan ketegangan etnis yang mengancam transisi demokrasi negara itu.

Dilansir dari JawaPos.com, Kamis (9/7), protes pecah di ibu kota Addis Ababa, serta wilayah Oromia di sekitarnya yang merupakan tanah air dari kelompok etnis terbesar di negara itu. Mereka merasa tersisih secara ekonomi dan politik di negara yang beragam.

BACA  Diragukan Menangani Covid-19 di Filipina, Rodrigo Duterte: Bunuh Semua Pasien

“Karena kerusuhan yang terjadi di wilayah itu, 9 petugas polisi, 5 anggota milisi dan 215 warga sipil telah kehilangan nyawa mereka,” kata pejabat komisioner polisi Oromia, Mustafa Kedir di televisi pemerintah, Rabu (8/7).

Polisi di Addis Ababa sebelumnya melaporkan 10 kematian di ibu kota. Total korban tewas naik dari 166 kematian yang dilaporkan akhir pekan lalu.

“Terjadi kerusakan besar dan penjarahan milik pemerintah dan properti pribadi. Untuk mengendalikan kerusuhan ini, lebih dari 3.500 orang telah ditangkap. Mereka adalah elemen anti-perdamaian yang melakukan serangan dengan menggunakan kematian artis sebagai alasan untuk membongkar sistem konstitusi secara paksa,” katanya.

BACA  Akhirnya Donald Trump Gunakan Masker

“Populasi Oromo harus tetap hidup,” imbuhnya.

Pembunuhan Hachalu menyulut berbagai keluhan yang dipicu dari puluhan tahun penindasan oleh pemerintah. Perdana Menteri Abiy Ahmed, pemimpin etnis Oromo pertama di negara itu mengatakan pembunuhan itu adalah tindakan keji. Namun, dia menambahkan bahwa kekerasan selanjutnya merupakan upaya terkoordinasi untuk mengacaukan negara.

Mendidihnya ketegangan etnis di negara berpenduduk lebih dari 100 juta orang itu telah menjadi tantangan besar bagi Abiy. Abiy memenangkan hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu karena mengakhiri konflik berkepanjangan dengan negara tetangga Eritrea.

BACA  Kamar Mayat Sampai Tidak Muat, Wabah COVID-19 di Amerika Makin Gawat

Lima anggota senior Front Pembebasan Oromo ditangkap, termasuk Jawar Mohammed dan Bekele Gerba dari Kongres Federalis Oromo. Hachalu, 36, dimakamkan pada Kamis lalu dengan dikawal polisi dan militer, di kota kelahirannya Ambo, sekitar 100 km (62 mil) barat Addis Ababa. Dia meninggalkan seorang istri dan dua anak. (ep/mhv/jawapos/hg)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com dengan Judul: “Rusuh Etnis di Ethiopia Makin Mencekam, Korban Tewas jadi 239 Orang“. Pada edisi Kamis, 09 Juli 2020.

Komentar