Minggu, 27 November 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Korem 133 Nani Wartabone Ikut Gerakan Batari Pemprov Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 15 September 2022 | 06:05 Tag: , , , , ,
  Hamka Hendra Noer bersama Danrem 133/NWB Brigjen TNI Amrin Ibrahim melakukan aksi tanam cabe di Makorem, Rabu (14/9/2022). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer terus mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama dalam menekan inflasi daerah. Tak terkecuali Korem 133/NWB Nani Wartabone.

Guna mendukung upaya tersebut, Korem 133/ Nani Wartabone ikut terlibat dalam Gerakan Tanam Cabe. Program yang diinisiasi Pemprov Gorontalo itu ditandai dengan aksi tanam cabe di Makorem, Rabu (14/9/2022).

Sebanyak 625 pohon cabe diberikan Dinas Pangan untuk menyukseskan gerakan itu. Bibit tersebut berasal dari varietas malita FM dengan ketahanan iklim yang lebih baik dengan tiga warna cabe yakni hijau, ungu dan jingga.

Menurut Hamka Hendra Noer, selain penyesuaian harga BBM yang memicu kenaikan harga, inflasi di Gorontalo paling besar disumbang oleh cabai sebagai komoditi yang sering dikonsumsi warga.

“Kemarin di TV harga cabe sudah Rp 80.000 per kilogram. Bayangkan orang Gorontalo makan cabe Rp 80.000, ini ekuivalen dengan delapan kilogram beras. Jadi mudah mudahan gerakan menanam cabe ini sudah mulai masif kita galakkan” kata Hamka Hendra Noer.

Hamka Hendra Noer juga meminta masyarakat untuk membuat kelompok beranggotakan minimal 10 orang untuk dibantu bibit cabe gratis. Selain masyarakat umum, majelis taklim dan SMA pendidikan juga bisa mengajukan permintaan bibit tersebut.

Saat ini, Dinas Pangan bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo sudah menyediakan 125 ribu benih rica untuk disebar ke seluruh warga Gorontalo.

Dirinya berharap, program yang diberi nama Batari atau Batanam Rica Sandiri bisa diikuti oleh instansi lain. Walaupun jumlahnya tidak banyak, namun setidaknya gerakan tersebut bisa memenuhi kebutuhan cabai keluarga.(*)

Penulis: Sucipto Mokodompis

(Visited 21 times, 1 visits today)

Komentar