Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Korslet, Satu Rumah di Batudaa Pantai Ludes Terbakar

Oleh Berita Hargo , dalam Features Metropolis , pada Sabtu, 15 April 2017 | 07:55 WITA Tag: ,
  


BATUDAA PANTAI, hargo.co.id – Musibah kebakaran kembali terjadi tepatnya di Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kamis (13/4).

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.30 wita, api menghanguskan seluruh bagian rumah milik Zaniba Mohammad (65) beserta isinya tanpa tersisa. Pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 wita berhasil memadamkann api, namun rumah tersebut sudah rata dengan tanah.

Infomasi yang dihimpun Gorontalo Post, kejadian bermula saat Zaniba yang hanya bersama dengan cucunya Fauzan (4) sedang menyapu di ruang tamu. Sementara Fauzan sedang menonton TV tepat di depan kamar milik Zaniba. Tiba-tiba saja Fauzan dikagetkan dengan api yang muncul dari plafon kamar neneknya itu. Fauzan yang kaget pun langsung memberitahukan hal tersebut ke neneknya.

BACA  Diduga Terkait Narkoba, Warga Moodu Ditangkap Polisi

Namun api yang dengan cepat membesar membuat mereka ketakutan dan langsung berlari meninggalkan rumah untuk meminta pertolongan.

Sanak keluarga mereka pun berdatangan bersama warga setempat untuk berusaha memadamkan api. Namun apa daya, ganasnya si Jago Merah yang sudah sangat membesar itu tak mampu dipadamkan warga dengan peralatan seadanya.

Mobil pemadam kebakaran pun tiba di lokasi satu jam kemudian dan langsung melakukan proses pemadaman. Selama kurang lebih 2 jam lamanya petugas pemadam berhasil memadamkan api. Meski begitu, rumah tersebut sudah rata dengan tanah dengan kerugian ditaksir Rp 300 Juta.

Zaniba Mohammad, pemilik rumah mengatakan, dirinya tidak sempat lagi menyelamatkan barang-barang apapun. “Yang tersisa tinggal baju di badan pak, api so besar sekali tadi,” ujarnya.

BACA  Aplikasi Android ini Disusupi Virus Berbahaya, Buruan Hapus!

Sementara cucunya Fauzan, yang pertama kali melihat api mengatakan, saat itu dirinya tengah asik menonton film kartun kesukaannya. “Saya dapa lia pertama cuman asap kaluar dari kamar li oma, baru tida lama so ada api di atas, saya langsung lari bataria pati oma,” kata Fauzan kepada Gorontalo Post.

Kepala Desa Bongo, Abidin, saat dikonfirmasi Gorontalo Post mengatakan, pihaknya telah melakukan identifikasi terhadap total kerugian dari musibah ini. “Kami sudah melaporkan kerugiannya dengan total sekitar Rp 300 Juta, kepada dinas Sosial maupun BPBD Kabupaten. Dan tadi keluarga korban telah menerima bantuan sementara berupa makanan siap saji, pakaian, dan peralatan dapur, musibah ini adalah yang pertama kalinya di Desa kami,” kata Abidin.

BACA  Orang Tua Murid Tikam Kepala Sekolah Hingga Meninggal, Guru-guru Alami Trauma

Terpisah, Kepala Unit Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Gorontalo, Farid Taha, saat dikonfirmasi mengatakan, sebanyak 3 unit mobil pemadam kebakaran yang turun ke lokasi, yakni dari BPBD Kabupaten, Kota, dan Provinsi Gorontalo. “Kami baru mendapat informasi sekitar pukul 12.23 wita, karena lokasinya yang jauh kami pun langsung koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kota. Adapun kendala yang kita hadapi yaitu pada akses jalannya yang sulit dilalui oleh mobil damkar,” ujarnya.

Farid menambahkan, penyebab kebakaran ini diduga berasal dari korsleting listrik. “Kami menghimbau kepada masyarakat untuk terus memperhatikan instalasi listriknya terutama yang sudah lebih dari satu tahun, mengingat kejadian kebakaran akhir-akhir ini paling banyak berasal dari korsleting listrik,” tandasnnya.(tr-55/hargo)


Komentar