Minggu, 13 September 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kotak Suara Pemilu, Lebih Hemat Pakai ‘Kardus’ 

Oleh Fajriansyach , dalam Gorontalo HargoKlip , pada Senin, 17 Desember 2018 | 14:30 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Bakal ada pemandangan baru di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pemilu 17 April 2019 mendatang. Kotak suara yang mulanya terbuat dari bahan aluminium, kini dipastikan hanya terbuat dari bahan kardus. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutnya duplex atau karton kedap air. “Jadi bukan kardus, tapi karton kedap air,”ujar Ketua KPU Provinsi Gorontalo Fadliyanto Koem, Ahad (17/12).

Kepada Gorontalo Post, Fadli mengatakan, penggunaan kotak suara berbahan duplex ini digunakan secara nasional, sesuai dengan ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 15 tahun 2018 tentang norma, standar, prosedur kebutuhan pengadaan dan pendistribusian perlengkapan penyelenggaraan pemilu.

“Saya sudah lihat (kota suara), di kabupaten/kota juga sudah ada, tapi belum dirakit saja. Itu kuat, tidak seperti yang dikhawatirkan,”ujar Fadli. Menurutnya saat pendistribusian nanti, KPU mengemasnya dengan plastik, terutama untuk wilayah-wilayah yang terpencil, seperti di wilayah Kecamatan Pinogu, Bone Bolango. Menurut Fadli, masyarakat tak perlu khawatir, sebab tingkat keamanan kotak suara dari bahan karton ini tetap aman. “Tetap kita gunakan gembok,”ujar Fadli. Jika kota suara rusak karena disengaja, hal itu menurut Fadli adalah kejahatan pidana. “Jangankan kardus, brankas saja kalau ada niat membongkarnya yah rusak,” terang Fadli.

BACA  Segera Hadir di Gorontalo, Hotel Aston Bakal Suguhkan Menu Lokal

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, kotak suara jenis ini bukan pertama kali dipakai. Ditegaskan bahwa ‘kardus’ yang dipakai merupakan bahan karton kedap air dan pernah dipakai pada pemilu lima tahun lalu. “Kita sudah pakai kotak pakai karton kedap air lima tahun lalu. Dulu sebagian, terakhir sudah semua setiap ada pemilu pakai itu,” kata Ketua KPU Arief Budiman di kantornya, Jumat (14/12).

“Itu sudah digunakan sejak pemilu yang lalu kok, untuk digunakan sebagai logistik pemilu dia sudah memenuhi syarat,” sambungnya.  Penggunaan bahan ‘kardus’ ini diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2018. Jenis ‘kardus’ dipilih, selain karena memenuhi syarat, lantaran harga yang lebih murah.

“Menghemat biaya penyimpanan, menghemat biaya produksi, distribusi, banyak penghematannya,” ucap Arief.  Dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, pasal 341 (1) menyebutkan kotak suara harus dibuat transparan. Undang-undang bentukan DPR dan Pemerintah itu memberi amanat kepada KPU untuk menetukan spesifikasi teknis kotak suara, bentuk dan ukuran.

Setelah mempertimbangkan berbagai alternatif bahan, KPU mengusulkan penggunaan bahan duplex atau karton kedap air, serta transparan satu sisi. KPU memastikan, duplex berbeda dengan kardus air mineral atau mie isntan. Usulan KPU ini dituangkan dalam draft PKPU tentang logistik, dan dibawa pada rapat dengar pendapat bersama pemerintah dan DPR RI.

BACA  Keluarga Korban Bencana Longsor Bone Raya Dapat Bantuan Pemprov

Seperti diketahui DPR RI merupakan wakil dari semua partai politik. Pada RDP yang dilaksanakan bulan Maret 2018 tidak ada yang menolak. Setelah itu PKPU diajukan ke pemerintah melalui Kemenkumham. Kementerian yang dipimpin Yasona Laoly itu kemudian mengesahkan PKPU 15 /2018 tanggal 24 April 2018.

Sementara itu di Sulawesi Tenggara, pada Pemilu 2014 lalu, kota suara juga menggunakan bahan kardus.  “Sebenarnya terkait kotak suara dari bahan kardus Pemilu problemnya bukan pada mudahnya dimanipulatif suara, karena terbukti pada Pemilu 2014 tidak ada isue yang masif atau yang mengemuka terkait manipulatif suara melalui kotak suara kardus,” kata Ketua Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (Jadi) Sulawesi Tenggara Hidayatullah, Ahad(16/12) dikutip zonasultra.com.

Mantan Ketua KPU Sultra ii memaparkan beberapa kekurangan dari kotak suara berbahan kardus ini. Pertama, korupsi pada penyedia barang/jasa dengan panitia lelang dimana spesifikasi dan bahan kardus bercampur antara kardus yang berkualitas baik dan kardus yang berkualitas buruk. Hal ini disebabkan penyedia barang memiliki motivasi mencari untung yang sebesar-besarnya. Kardus yang berkualitas baik disiapkan hanya untuk kepentingan pemeriksaan oleh tim pemeriksa proyek.

BACA  Hasil Evaluasi BPKP, Pelaksanaan Pemerintahan di Gorontalo Cukup Baik

Lanjutnya, kotak suara berbahan kardus tidak tahan resapan air. Terbukti kata Hidayatullah, KPU Kabupaten Buton Utara saat distribusi surat-suara yang telah dimasukkan dalam kotak suara yang diterpa hujan. “Resapan hujan ini memang tidak merusak surat suara karena surat suara dibungkus plastik tetapi kotak suaranya melemah, ambruk dan tidak layak pakai,” tambahnya.

Begitu pula di Kabupaten Bombana. Gedung penyimpanan kotak dan bilik suara berbahan kardus sekitar 300 kotak dan bilik dari kardus hancur dan rusak karena gudang penyimpanan yang bocor pada musim hujan.  Lanjutnya, kotak suara berbahan kardus rentan terhadap tekanan atau himpitan benda-benda keras dan hanya untuk sekali pakai. Bahkan khusus bilik suara dari kardus banyak yang tidak kembali ke gudang KPU karena dipakai alas tidur atau alas duduk setelah hasil hitung suara baik di tingkat TPS maupun PPS dan PPK. 

Laman: 1 2


Komentar