Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KPAI Heran Sekolah Punya Stok Cadar dan Replika Senjata

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Minggu, 19 Agustus 2018 | 16:11 PM Tag:
  

Hargo.co.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta aparat penegak hukum memberi sanksi tegas kepada TK Kartika V. Itu seiring adanya salah seorang siswa yang menggunakan cadar dan replika senjata dalam sebuah acara karnaval.

Informasi yang dihimpun, acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pawai Budaya TK dan PAUD di Kota Probolinggo.

“KPAI minta kepada pihak Kodim 0820 Probolinggo sebagai pembina TK Kartika V memberikan sanksi tegas kepada pihak sekolah,” kata Ketua KPAI Susanto dalam keterangannya, Minggu (19/8) kepada jawapos.com.

Selain itu, KPAI juga mendesak kepada Kantor Kementerian Agama Probolinggo untuk melakukan pembinaan kepada sekolah-sekolah. Tentang ajaran Islam yang rahmatan lil’alamiin.

Simbolisasi Islam dan ajaran Rasulullah, lanjut Susanto, tidak dipakai pada simbol kekerasan. Sebagaimana sering diasosiasikan dengan simbol Taliban atau ISIS.

KPAI menyayangkan alasan pihak Sekolah mengangkat tema ‘Bersama Perjuangan Rasullullah, Kita Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT’, sebagai pembenaran pemakaian atribut yang biasa dilekatkan kepada kelompok ISIS tersebut.

“Padahal kegiatan yang sedang diselenggarakan adalah Pawai Budaya dalam Rangka HUT RI ke-73. Harusnya, pawai budaya yang sesuai dengan khasanah budaya Indonesia,” sesal Susanto.

KPAI pun meminta banyak pihak khususnya mereka yang menjadi pendidik di sekolah, untuk tidak menjadikan simbol gerakan radikal sebagai bahan lucu-lucuan. “Kok bisa sekolah menyediakan seragam cadar dalam jumlah banyak?,” paparnya sepeprti yang dilansir jawapos.com.

Baca:     Heboh, Karnaval TK Bercadar dan Bawa Senjata Mainan

Untuk mengusut pihak yang terlibat dalam kegiatan itu, KPAI meminta kepada aparat kepolisian terus mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam inisiatif penggunaan atribut karnaval TK Kartika.

KPAI juga berencana akan memanggil pihak TK Kartika V Kota Probolinggo, sebagai penyelenggara dan pihak yang bertanggung jawab dalam penggunaan atribut karnaval yang viral di tengah masyarakat.

Sebelumnya, KPAI menerima pengaduan masyarakat pada Sabtu (18/8) perihal karnaval TK Kartika V Kota Probolinggo yang menggunakan cadar dan replika senjata.

Dalam pengaduannya yang disampaikan melalui aplikasi pesan singkat WhatApps, masyarakat prihatin dan menyayangkan karnaval anak TK Kartika V mirip atribut ISIS di Suriah. Padahal TK Kartika V adalah sekolah milik Persatuan Istri Tentara (Persit) dan di bawah binaan Kodim 0820. (rdw/JPC/hg)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar