Sabtu, 6 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KPK Sulit Cari Aktor Politik

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 11 Januari 2017 | 13:20 WITA Tag: ,
  


Mulai penganggaran awal hingga implementasi setelah anggaran disetujui pihak legislatif. ”Pertemuan itu penting untuk didalami agar semakin kuat untuk mendapatkan bukti-bukti,” terangnya.

Lantas, apakah rumitnya pengembangan pengusutan kasus e-KTP disebabkan profil elite politik para saksi? Febri mengatakan, KPK belum melangkah lebih jauh untuk menyentuh aktor-aktor politik yang diduga menikmati uang korupsi pengadaan e-KTP.

Penyidik berfokus pada upaya konfirmasi dan klarifikasi informasi-informasi yang diperoleh dari para saksi sebelumnya. ”Kami belum melangkah lebih jauh ke penyidikan yang menyentuh aktor politik,” ucapnya.

BACA  Muhammadiyah Umumkan Awal Puasa Ramadan 1442 Hijriah

Febri memastikan bahwa para pihak selain penyelenggara negara atau eksekutif tetap diproses bila cukup bukti. Nah, bukti-bukti itulah yang tengah digali KPK.

Terutama yang berkaitan dengan informasi tentang pertemuan yang dilakukan penyelenggara negara dengan pihak legislatif atau swasta. ”Sejumlah perkara yang ditangani KPK, banyak yang penyelenggara negaranya tidak terkait langsung (dengan kasus korupsi, Red),” imbuh mantan aktivis ICW tersebut.

BACA  Innalillahi, Ustaz Maaher At-Thuwailibi Meninggal Dunia

Sementara itu, Setnov irit bicara setelah diperiksa KPK. Ketua umum Partai Golkar tersebut mengaku hanya dimintai klarifikasi tentang posisinya sebagai ketua fraksi saat penganggaran proyek e-KTP.

”Ada pimpinan komisi II untuk menyampaikan (penganggaran e-KTP, Red). Tapi, semua yang disampaikan hanya normatif,” ucap politikus yang pernah tersangkut masalah ”papa minta saham” itu.

BACA  Harta Gubernur Sulsel Didominasi Tanah dan Bangunan

Senada, Anas Urbaningrum tidak berkomentar banyak saat keluar dari gedung KPK. Anas mulai diperiksa pada pukul 15.00 dan keluar pada pukul 19.30.

Beda dengan Setnov, Anas menutupi wajah dari sorotan kamera wartawan dengan mengenakan masker dan topi. ”Kalau itu jelas tidak benar,” ujar Anas saat ditanya soal keterlibatannya dalam penganggaran proyek e-KTP.(jpg/hargo)

Laman: 1 2


Komentar