Kamis, 8 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KPU Anggarankan Rp 1,5 Juta Tiap TPS, Bangun TPS Dilarang Pinjam Gedung

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 14 Februari 2017 | 20:57 Tag: , ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo serta Pikada Bupati dan Wakil Bupati Boalemo sudah mulai dibangun sejak Senin (13/2) kemarin.

Anggaran pembangunan sebesar Rp 1,5 juta per TPS telah dibagikan. Setiap kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) diharuskan memanfaatkan anggaran tersebut sesuai ketentuan.

Tak hanya itu, karena telah dianggarkan, para KPPS tidak dibolehkan untuk memungut biaya dari masyarakat pemilih sekitar TPS.

Anggota KPU Provinsi Gorontalo, Selvi Katili, Senin (13/2) mengatakan, meski diberikan kebebasan dalam mengelola anggaran yang telah diberikan oleh KPU Provinsi Gorontalo, KPPS tidak dibolehkan menggunakan anggaran pembangunan TPS untuk keperluan lain, diluar ketentuan yang telah diatur oleh pihak KPU, seperti dana untuk pembangunan TPS meliputi biaya sewa tenda, sound system, dan perlengkapan TPS lainya.

“Jadi tidak bisa kalau uang itu digunakan untuk peminjaman gedung, karena uang itu sudah diatur untuk pembangunan TPS, bukan untuk peminjaman gedung TPS,”jelasnya.

Hanya saja menurut Selvi, jika ada anggota KPPS yang tetap ingin menggunakan salah satu gedung di wilayah tugasnya menjadi lokasi TPS, maka diwajibkan untuk tetap membangun sebuah tenda di sekitar lokasi TPS itu, sebagaimana ketentuan pemanfaatan anggaran TPS.

“Kalau ingin meminjam gedung silahkan, tapi tetap harus ada tenda yang biaya pembangunannya berasal dari anggaran pembangunan TPS itu,”ujarnya.

Lanjut Silvi, anggaran yang ada telah diperhitungkan, baik untuk sewa tenda maupun kebutuhan TPS lainya. Penggunaan anggaran pembangunan TPS juga sudah disosialisasikan oleh kepada seluruh anggota KPPS di Provinsi Gorontalo, baik disampaikan secara langsung maupun lewat KPU Kabupaten/ Kota yang ada di Provinsi Gorontalo.

Selvi juga mengingatkan agar KPPS tidak memanfaatkan anggran tersebut untuk keperluan lain seperti pembelian seragam KPPS. “Karena dananya bukan untuk beli seragam. Kalau ada yang tanya apakah anggaran itu bisa digunakan untuk membeli seragam anggota KPPS, tentu saja tidak bisa,” tegasnya.

Begitu pun untuk honor dan konsumsi para KPPS. Menurut Silvie honor dan konsumsi memiliki anggaran sendiri dan tidak termasuk dalam anggaran pembangunan TPS.

“Anggaranya Rp 1,5 juta per TPS, dan untuk TPS terapung itu Rp 1,8 juta,”tandasnya. Ia juga meminta agar KPPS tidak melakukan pungutan ke masyarakat pemilih dengan dalih untuk pembangunan TPS, sebab jelas, pemerintah melalui KPU telah menganggarkan biaya pembangunan TPS. Pihak KPU lanjut Silvi akan memantau langsung penggunaan dana pembangunan TPS, dimana segala bentuk penyalahgunaan jelas terdapat sanksi, seperti tuntutan ganti rugi.

Sementara itu, pantauan Gorontalo Post, kemarin, sejumlah KPPS sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan TPS. Misalnya pada TPS 6 Kelurahan Heledulaa Utara, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. TPS tepat di Jl Frankonero JDS ini sudah mulai mendirikan tenda.

Ketua KPPS, Alfian Abas mengatakan, pihaknya menerima anggaran Rp 1,5 juta untuk pembangunan TPS. Dana itu terbilang minim, sebab untuk sewa tenda saja dananya sudah mencapai Rp 250 ribu per hari untuk satu unit tenda. Sementara yang ia butuhkan sebanyak 3 unit tenda. Artinya, TPS 6 kelurahan Heledulaa Utara ini membutuhkan Rp 1,5 juta untuk dua hari. Jelas, dana itu sudah habis untuk sewa tenda. Padahal untuk kebutuhan lain seperti dekorasi juga membutuhkan dana.

“Bersyukur TPS yang tidak capek-capek sewa tenda,”tandas Alfian yang mengaku sempat kesulitan mendapatkan tenda. Lain halnya dengan TPS 1, di Kelurahan Wonggaditi, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo. TPS ini berlokasi di Ballroom Sumber Ria. Dengan begitu pihak KPPS tak perlu lagi untuk sewa tenda membangun TPS. Pihak pengelola gedung mengaku tidak menyewakan gedung untuk kebutuhan TPS. “Kami memfasilitasi saja, karena kalau hanya diluar (luar gedung,red) itu kepanasan,”ujar salah seorang pengelola gedung, kemarin. (tr-45/tr-54/hargo)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar