Selasa, 6 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KPU Gorontalo Dorong Mahasiswa Berpartisipasi dalam Pemilu 2024

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo KPU , pada Selasa, 22 November 2022 | 22:05 Tag: , , ,
  KPU Gorontalo saat menggelar sosialisasi di Hotel Maqna, Selasa (22/11/2022).

Hargo.co.id, GORONTALO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo mendorong keterlibatan mahasiswa di daerah itu dengan mengikuti perekrutan mahasiswa menjadi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Komisioner KPU Provinsi Gorontalo, Selvi Katili menjelaskan, di Pemilu 2024 KPU memberi kesempatan bagi mahasiswa yang ingin terlibat sebagai penyelenggara pemilu dengan mengikuti rekrutmen KPPS.

Hal tersebut tercantum dalam Peraturan KPU RI terkait pertimbangan persyaratan PPK dan PPS yang komposisi yang berasal dari tokoh masyarakat, masyarakat umum dan pelajar, mahasiswa, serta keterwakilan perempuan.

“Oleh karena itu, kami memberikan ruang kepada adik adik mahasiswa untuk terlibat menjadi penyelenggara pemilu, yakni jadi KPPS di desanya masing-masing,” kata Selvi Katili saat membuka sosialisasi PKPU RI Nomor 7 Tahun 2022 di Hotel Citimall, Kota Gorontalo, Selasa (22/11/2022).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Perwakilan KPU Kabupaten kota dan rektor perguruan tinggi serta sejumlah organisasi mahasiswa tersebut, Selvi Katili juga menjelaskan tentang pentingnya peran generasi muda dalam Pemilu.

Dirinya menjelaskan, keterlibatan mahasiswa sebagai petugas KPPS tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mendorong peran generasi muda dalam penyelenggaraan pemilu. Selain itu, fisik mahasiswa yang masih muda lebih menunjang kelancaran KPPS dalam menjalankan tugasnya.

Di tempat yang sama, Sophian Rahmola, salah satu narasumber dalam sosialisasi tersebut juga menjelaskan tentang sejumlah hal terkait pemutakhiran hingga penyusunan data pemilih 2024 nanti.

“Sosialisasi ini sangat penting dilakukan karena penting bagi masyarakat untuk mengetahui hal ini karena sebagaimana kita ketahui bersama juga bahwa biasanya usai pemungutan suara persoalan data pemilih sering menjadi objek sengketa,” Pungkasnya.(*)

Penulis: Sucipto Mokodompis

(Visited 18 times, 1 visits today)

Komentar