Kamis, 30 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KPU Kabgor Tunggu Calon Perseorangan untuk Konsultasi

Oleh Berita Hargo , dalam KPU , pada Rabu, 20 November 2019 | 17:05 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Pilkada Kabupaten Gorontalo (Kabgor) nampanya tak diminati oleh calon perseorangan. Selain tak adanya wacana figur yang akan lewat jalur tersebut, hingga saat ini juga belum ada satupun yang melakukan konsultasi ke pihak penyelenggara.

Ini terungkap pada Sosialisasi Pencalonan Pilkada oleh KPU Kabupaten Gorontalo, Rabu (20/11/2019) di RM Dapur Gorontalo, Kota Gorontalo. Menurut Ketua KPU Kabgor, Rasyid Sayiu sejak ditetapkan syarat pencalonan pada 26 Oktober 2019, belum ada figur yang datang untuk konsultasi terkait calon yang ingin ikut jalur perseorangan.

BACA  Apel GCS di Bone Bolango Diikuti 935 Penyelenggara Pilkada

“Kami berharap agar figur, ormas atau LO (Liaison Offison) untuk datang berkonsultasi terkait syarat pencalonan bupati dan wakil bupati yang ingin ikut Pilkada melalui jalur perseorangan,” kata Rasyid Sayiu.

Melihat dari penyataan di atas, ada benarnya jika calon perseorangan tak tertarik ikut Pilkada Kabgor. Hanya saja, nampaknya wacana ini masih akan berubah seiring dengan waktu yang berjalan.

BACA  Gerakan Klik Serentak, Suatu Instrumen Guna Menjamin Kedaulatan Pemilih

Sosialisasi ini dihadiri oleh beberapa pengurus Parpol, LSM, tokoh masyarakat dan sejumlah media, yang dibuka secara langsung oleh Ketua KPU Kabupaten Gorontalo, Rasyid Sayiu. Hadir juga Ketua KPU Provinsi Gorontalo,  Fadlyanto Koem.

Rasyid Sayiu menambahkan, sosialisasi ini dilaksanakan berdasarkan perintah PKPU guna menyampaikan dan menyebarluaskan informasi pencalonan bupati dan wakil bupati Gorontalo 2020 ini kepada stakeholder baik itu pemerintah, partai politik , tokoh masyarakat, LSM maupun media.

BACA  Coklit Delapan PPPD di Gorontalo Dinilai Tercepat

“Dalam waktu dekat ini, KPU Kabupaten Gorontalo akan menetapkan syarat dukungan kepada bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan maju lewat Parpol. Sesuai aturan, satu pasangan calon harus didukung Parpol atau gabungan Parpol sebesar 20 persen dari jumlah kursi yang ada di lembaga. Jumlah kursi di DPRD Kabgor sebanyak 35 kursi, dan jika akan mengusung pada Pilkada minimal 7 kursi,” kuncinya. (magang/ridha/hg)


Komentar