Rapat pleno rekapitulasi dukungan bapaslon perseorangan, Selasa (21/07/2020). (Foto Istimewa/HUMAS KPU POHUWATO)

KPU Pohuwato Plenokan Rekapitulasi Dukungan Calon Perseorangan

Advertorial Kab. Pohuwato KPU

Hargo.co.id, GORONTALO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pohuwato, menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Dukungan Bakal Pasangan Calon  (Bapaslon) Perseorangan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Pohuwato di Pilkada serentak 2020, Selasa (21/07/2020).

Berlangsung di Aula kantor KPU, rapat Pleno yang dipimpin Ketua KPU Pohuwato, Rinto W Ali, turut dihadiri pula oleh Tim Bakal Pasangan Calon (Bapaslon), Kapolres Pohuwato, Komisioner Bawaslu Pohuwato, serta 13 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Pohuwato.

banner 728x485

Dari hasil rekapitulasi, Ketiga Bapaslon jalur perseorangan ini belum memenuhi syarat minimal dukungan yang sudah ditetapkan. Dimana untuk jumlah dukungan yang sudah memenuhi syarat (MS) dari pasangan Hamdi Alamri – Zairin TD. Maksud hanya berjumlah 9.083 dukungan, Ibrahim Bouty – Miswar Yunus berjumlah 7.803 dukungan, sedangkan Amin Haras-Zunaid Hasan hanya berjumlah 4.993 dukungan, Sementara untuk jumlah dukungan yang harus dipenuhi dalam syarat minimal dukungan, adalah 10 persen dari total DPT yaitu 9.984 dukungan yang tersebar di 7 kecamatan, Kabupaten Pohuwato. Atas putusan tersebut, tahapan pendaftaran bapaslon perseorangan pun dilanjutkan dengan perbaikan dokumen dukungan yang harus disampaikan kembali oleh ketiga Bapaslon sebelum masa penyerahan berakhir.

Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan, KPU Pohuwato, Iskandar Alulu, menjelaskan setelah penyampaian hasil verfikasi faktual (verfak) melalui rapat pleno terbuka tersebut, KPU Pohuwato mengumumkan tahapan penyampaian dokumen dukungan perbaikan dari Bapaslon ke KPU sampai 27 Juli 2020. Setelah itu, dilanjutkan ke tahapan pengecekan, pencocokan dan verifikasi admistrasi dan verfak dokumen dukungan perbaikan.

“Prosesnya sama seperti tahapan awal, diupload di Silon lalu menghasilkan form B1.1 dan ada pernyataan dukungan dari pendukung dalam form B1KWK dan B2KWK,” terang Iskandar.

Dijelaskanya pula, Berdasarkan PKPU 18/2019 tentang Pecalonan, menyatakan bahwa, dokumen dukungan perbaikan yang disampaikan ke KPU merupakan dukungan baru, yang belum pernah diserahkan oleh Bapaslon mana pun, termasuk dukungan yang tidak memenuhi syarat (TMS) di verfak pertama. Bahkan, berbeda dengan verfak sebelumnya, verfak dokumen perbaikan hanya melaksanakan 1 tahap saja, yakni PPS di desa dan kelurahan berkoordinasi dengan tim penghubung Bapaslon untuk dilakukan verfak secara kolektif.

“Jadi masyarakat yang memberikan dukungan dikumpulkan di kelurahan maupun desa atau kecamatan yang menjadi basis untuk perbaikan dukungan, kemudian PPS melakukan verfak secara kolektif. Dan ini kita jadwalkan 8-16 Agustus 2020, terhitung sejak dokumen dukungan perbaikan mereka terima,” tutur Iskandar. (ryn/adv/hg)