Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KPU Gorontalo Verifikasi Ijazah di 5 Kota

Oleh Berita Hargo , dalam LifeStyle , pada Jumat, 30 September 2016 | 10:19 Tag: , , ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) bersama badan pengawas pemilihan umum (KPU) kini sedang melakukan verifikasi ijazah empat pasang calon gubernur dan wakil gubernur, masing-masing pasangan Rusli Habibie – Idris Rahim (NKRI), pasangan Hana Hasanah – Toni Yunus (HATI), Zainuddin Hasan – Adhan Dambea (Zihad) dan Djamrudin Maloho – Muhtar Darise. Verfikasi dilakukan sesuai dengan ijazah setiap kandidat yang didaftarkan ke KPU, pada sekolah yang menerbitkan ijazah.

Kepada Gorontalo Post, selasa (27/9), Sekretaris KPU Provinsi Gorontalo, Ardin Danial mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo verifikasi faktual terhadap ijazah para calon Gubernur Dan Calon Wakil Gubernur Gorontalo yang akan mengikuti Pemilukada 15 februari 2017 mendatang.

Komisioner KPU dan Bawaslu Provinsi Gorontalo dibagi dalam beberapa tim, terdapat lima kota yang dikunjungi yang merupakan alamat asal sekolah para kandidat. “Lima kota yang akan menjadi tujuan tim verifikasi ijazah para bakal calon itu meliputi, DKI Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Manado, Makassar dan Gorontalo tentunya,” ujarnya.

Seperti bakal calon Gubernur Rusli Habibie. Ia mendaftarkan ijazahnya yakni S1 dari Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung, dan S2 di STIA LAN Makassar. Bakal calon Gubernur,

Hana Hasanah yang menyodorkan ijazah SMA dilakukan verfikasi pada SMA 34 Jakarta Selatan sebagai sekolah asal ijazah. Bakal calon Gubernur Zainuddin Hasan dilakukan verifikasi di Manado karena ijazah SMA persamaan berasal dari Manado, sementara bakal calon Djamrudin dilakukan verfikasi di Gorontalo, karena ijazah S1 diterbitkan STIA Bina Taruna Gorontalo.

Tujuannya, untuk mendatangi sekolah ataupun perguruan tinggi yang mengeluarkan ijazah para bakal calon, menurut Ardin Daniel, sekaligus menanyakan apakah benar bakal calon itu pernah bersekolah disekolah tersebut, serta legalisir ijazah yang dikeluarkan sekolah itu apakah memang ditandatangani oleh pimpinan lembaga pendidikan itu. 

(Visited 3 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar