Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kredit Perbankan Tumbuh Pesat, Ini Datanya 

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Selasa, 10 Juli 2018 | 06:00 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan di Provinsi Gorontalo tumbuh sebesar 13,92 persen pada Mei 2018 (year on year/yoy) dengan nilai mencapai Rp 11,69 Triliun (Rp 11.686.572.763.117). Dari angka itu, kredit konsumsi tercatat masih mendominasi dengan total shared 59,66 persen.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut), Elyanus Pongsoda, mengatakan, tren pertumbuhan kredit perbankan umum di Provinsi Gorontalo cukup baik. Hal itu juga didukung dengan Non Performing Loan (NPL) atau rasio kredit bermasalah juga relatif rendah.

“Jika kita lihat NPL-nya pada bulan Mei 2018 sebesar 3,59 persen year on year. Tapi secara ytd-nya (year to date), tumbuh 16,22 persen. Saya ingatkan teman-teman perbankan di Gorontalo agar harus lebih hati-hati,” ungkap Elyanus.

Sementara itu, total kredit perbankan menurut penggunaannya tercatat bahwa kredit komsumsi masih yang paling mendominasi dengan shared sebesar 59,66 persen dimana realisasinya nyaris menyentuh Rp 7 Triliun atau sebesar Rp 6.971.644.985.803. Disusul kredit modal kerja dengan shared 26,54 persen sebesar Rp 3,11 Triliun atau Rp 3.101.414.330.766; dan kredit investasi dengan shared 13,81 persen dimana realisasinya sebesar Rp 1.613.513.446.548.

“Dari sisi NPL, kredit modal kerja menduduki peringkat tertinggi sebesar 7,56 persen diikuti kredit investasi sebesar 4,33 persen dan kredit konsumsi sebesar 1,65 persen,” tambah Elyanus.

Adapun lima besar kredit tertinggi di Provinsi Gorontalo sampai Mei 2018 diantaranya kredit Rumah Tangga–Untuk Pemilikan Peralatan Rumah Tangga Lainnya berada di peringkat tertinggi dengan nominal sebesar Rp 3,57 Triliun atau 30,51 persen; diikuti oleh kredit Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp 2,65 T atau 22,70 persen; kredit Bukan Lapangan Usaha Lainnya sebesar Rp 2,51 T 21,46 persen; kredit Rumah Tangga–Untuk Pemilikan Rumah Tinggal sebesar Rp 0,83 Triliun atau 7,10 persen; dan kredit Pertanian, Perburuan dan Kehutanan sebesar Rp 0,71 Triliun atau 6,05 persen.

Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan bulan Mei 2018 yang positif ini, diikuti juga dengan pertumbuhan aset perbankan di Provinsi Gorontalo yang tercatat Rp 12,21 Triliun atau 12,29 persen, tumbuh melambat jika dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp 12,12 Triliun atau 14,98 persen.

Namun demikian, yang perlu dicermati adalah pertumbuhan yang positif belum diikuti dengan pengumpulan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh masih dibawah 10 persen per tahun.(axl/gp/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar