Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Krisis Finansial, Persigo Dijual?

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Sportivo , pada Senin, 16 Januari 2017 | 17:12 Tag: , ,
  

GORONTALO, hargo.co.id – Ada yang ganjal di hati masyarakat pencinta bola Gorontalo. Terimbus informasi, bahwa klub kebanggaan Serambi Madinah, Persigo Gorontalo bakal di jual, demi memuluskan langkah di pentas Divisi Utama (DU) yang akan berlangsung tak lama lagi.

Kabar bakal dijualnya Persigo berumbus dari para petinggi Asosiasi Askab (askab) dan KONI Lumajang.

Menurut ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lumajang Thoriq, bahwa Lumajang harus memiliki klub yang berlaga di kasta Divisi Utama.

“Klub profesional. Bukan amatir yang menyusu anggaran pemerintah,” kata Thoriq seperti dilansir jatimtimes.com.

Keputusan tersebut, menyusul adanya hasil kongres PSSI yang mengesahkan adanya tiga kasta Liga di Indonesia. Yakni Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, dan Liga Nusantara (Linus).

Ketua Koni Lumajang, Ngateman juga mengatakan hal yang sama.

“Saya akan membeli klub Persigo Gorontalo, nantinya akan berubah menjadi Persigo Semeru Sakti,” katanya.

Ia memastikan semua sudah beres. “99,99 persen sudah klir. Sudah deal ada kesepakatan. Pada 2017 ini bisa dilihat pertandingannya di Lumajang,” terang Ngateman.

Namun informasi itu ditepis manajer Persigo Aven Hinelo. Menurutnya kabupaten Lumajang hanya menjadi sponsor yang dapat mengelola klub berjuluk Laskar Lahilote itu.

“Alhamdulillah kita sudah dapat sponsornya, dan mungkin dalam waktu dekat ini akan ada pembahasan lebih lanjut lagi dengan pihak sponsor,” ujar Aven Hinelo, senin (16/1) kemarin.

Aven juga membantah rumor yang berkembang saat ini dimana Persigo sendiri dikabarkan telah dijual ke pihak lain dalam hal ini kepada PT. Semeru Sakti, Lumajang, Jawa Timur.

“Tidak benar kalau tim ini dijual. Jadi, kesepakatannya dengan pihak PT Semeru Sakti Lumajang hanya sebatas mengelola tim ini saja. Dengan perjanjian, mereka bersedia menyelesaikan semua tunggakkan atau hutang klub ke pemain maupun pihak ketiga. Jadi sifatnya hanya sponsor utama dan pengelola tim selama satu musim kedepan,” ungkap Aven.

“Penyelesaian hutang-hutang tim menjadi suatu kompensasi dan tidak menyangkut kepemilikan tim. Karena untuk kepemilikan tim tidak berubah, hanya saja untuk musim ini nama Persigo akan ditambah dengan nama perusahaan yang menjadi sponsor yakni Persigo Semeru Sakti,” tambahnya. (ndi/ysn/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar