Kamis, 2 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Krisis Listrik, Layanan Cuci Darah di RS Dunda Limboto Terkendala

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 5 Oktober 2016 | 13:23 PM Tag: , , ,
  

LIMBOTO, Hargo.co.id —Suplai listrik ke rumah sakit MM Dunda Limboto yang dikurangi oleh pihak PLN Gorontalo membuat pelayanan mendesak seperti operasi, cuci darah (hemodialisa) pun ikut terganggu.

Seperti kejadian, pada Selasa (4/10), dimana prosesi cuci darah pasien yang biasanya dijadwalkan pagi harus diundur sampai pukul 14.00 Wita, harus mengantri dan menunggu berkurangnya beban pemakaian listrik.

Wakil Direktur bidang pelayanan sekaligus penanggungjawab hemodialisa (cuci darah) dr Titin Pajuhi mengakui, dengan adanya pengurangan daya sangat berdampak pada pelayanan pasien hemodialisa.

dr Titin, mengaku harus mengundurkan waktu proses pencucian darah pasien, karena tak ingin mengambil resiko.

“Saya memang hentikan proses pencucian darah pagi dan menggantinya di siang hari setelah pelaksanaan operasi dan laboratorium selesai, karena ada beberapa ruangan yang yang tidak boleh mati listriknya, seperti ruangan anak khususnya PICU dan NICU serta ruang ICU dan ICCU, saya tak ingin mengambil resiko, sementara proses cuci darah tiba-tiba kemampuan listrik menurun dan mati, mengakibatkan proses perputaran cuci darah pun terhenti dan berakibat fatal bagi pasien,” jelas dr Titin.

Ia pun berharap, secepatnya masalah ini bisa ditanggulangi, terlebih ketersediaan genset dengan kapasitas tinggi untuk mengoptimalkan pelayanan.

“Minimal di ruang hemodialisa harus diadakan genset sendiri dan jangan dicampur dengan ruang lainnya, agar pelayanan cuci darah berjalan optimal dan tak berakibat fatal,” tandasnya.

Sementara itu, Manager PLN Gorontalo, Putu Eka Astawa saat dikonfirmasi mengatakan, masalah kelistrikan di rumah sakit Dunda Limboto disebabkan oleh putusnya pembatas daya.

“Pembatas daya ini mirip seperti MCB di rumah. Ketika daya yang digunakan oleh pelanggan melebihi daya kontrak, maka pembatas ini putus. Solusinya adalah pelanggan menambah daya listrik,” katanya.

Lanjut Putu Eka Astawa, apabila tidak ingin tambah daya, rumah sakit harus mengurangi penggunaan listrik agar sesuai dengan daya kontrak.

“Sejatinya rumah sakit harusnya ada genset cadangan, jika sewaktu waktu listrik PLN padam, maka genset dipakai untuk ruangan yang memang vital dan otomatis berpindah,” ujarnya.(wie/dan/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar