EdukasiKabar Nusantara

Kritikan Funco Tanipu Terhadap Demokrasi, Pemilu dan Pilkada

×

Kritikan Funco Tanipu Terhadap Demokrasi, Pemilu dan Pilkada

Share this article
Kritiktikan Funco Tanipu Terhadap Demokrasi, Pemilu dan Pilkada
Sosiolog UNG, Funco Tanipu (kiri) dalam kegiatan Seminar Nasional Evaluasi Pemilu Indonesia, Proyeksi Pilkada Gorontalo dan Pengalaman Pemilu Amerika Serikat di gedung Rektorat UNG, Selasa (7/5/2024). (Foto: Raman Supriyatna untuk HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Sosiolog Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Funco Tanipu melayangkan kritiknya terhadap demokrasi, Pemilu dan Pilkada.

Berita Terkait:  Peduli Lingkungan, Polda Gorontalo Lakukan Penanaman 7.500 Pohon

Kritik tersebut disampaikan Funco Tanipu dalam kegiatan Seminar Nasional, Evaluasi Pemilu Indonesia, Proyeksi Pilkada Gorontalo dan Pengalaman Pemilu Amerika Serikat di gedung Rektorat UNG, Selasa (7/5/2024).

Salah satu di antara beberapa kritik yang dilayangkan Funco adalah tafsir terkait partisipasi pemilih.

Berita Terkait:  Kapolda Gorontalo Bagi-bagi Bansos di Wilayah Terisolir

Menurutnya, tafsir terkait partisipasi pemilih harus diterjemahkan lagi, tidak berhenti pada persentase sebarapa banyak pemilih yang datang ke TPS dan memberikan suara.

“Harapan kita dalam konteks merawat dan menjaga demokrasi, partisipasi itu adalah bagaimana kelompok masyarakat sipil dalam mengawal, menjaga dan mengkritik proses pengambilan kebijakan, baik di eksekutif maupun legislatif,” tutur Funco.

Berita Terkait:  Etika Pengguna Literasi Digital

Namun, lanjut Funco, pada faktanya para anggota legislatif hanya mendapatkan input

dari masyarakat melalui proses Reses, Musrenbang maupun mendatangi masyarakat itu sendiri.

Dirinya menambahkan, kalaupun masyarakat memberikan aspirasi, maka aspirasi tersebut dalam bentuk demo.

Berita Terkait:  Kadek Sugiarta Pimpin IJTI Gorontalo 2026-2030, Siap Perkuat Profesionalisme Jurnalis Televisi

“Hampir sedikit sekali ada kelompok masyarakat sipil atau koalisi masyarakat sipil

termasuk kampus itu memberikan secara reguler aspirasi mereka,” kata Funco.

Selain itu, Funco juga melayangkan kritik terhadap penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada yang lebih taat pada prosedural dibanding substansi.

Berita Terkait:  Hadiri Rakernis Divisi Hubinter, Kapolri Instruksikan Kesetaraan Gender Hingga Pemberantasan TPPO

“Yang penting asas administrasinya lengkap, sehingga calon-calon kepala daerah itu lebih pusing dengan dokumen-dokumen, seperti Ijazah dan lain-lain,” ujar Funco Tanipu.

“Sehingga problem administrasi yang bikin pusing, dibanding bagaimana misalnya kontestasi soal gagasan,” pungkasnya.(*) 

Berita Terkait:  Mahasiswa Agribisnis UNG Dorong Galeri Dekranasda Bonbol Jadi Pusat Wisata Belanja Produk Lokal

Penulis: Fahrul Hulalata/Mahasiswa Magang UNG
Editor: Sucipto Mokodompis