Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kronologi Kebakaran di Lapas Tangerang yang Tewaskan 41 Napi

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara Metropolis , pada Wednesday, 8 September 2021 | 14:05 PM Tags: , , ,
  Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Fadil Imran (tengah) menjelaskan kronologi kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten pada Rabu, 8 September 2021 dini hari WIB. /Dok. PMJ News/Gtg.

Hargo.co.id, JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten terbakar, Rabu dini hari (8/9). Akibat kebakaran itu, sedikitnya 41 orang tewas.

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Rika Aprianti mengatakan, kebakaran terjadi pada pukul 1.50 WIB di salah satu blok Lapas.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran juga menyebut api mulai berkobar di salah satu blok lapas sekitar pukul 1.45 WIB. Menurut dia, api berkobar sekitar dua jam.

“Api bisa dipadamkan sekitar pukul 3 pagi, api mulai berkobar sekitar jam 1.45 WIB. Kemungkinan besar kebakaran ini hampir berlangsung selama dua jam lebih, setelah dikendalikan kemudian dievakuasi yang selamat,” kata Fadil di lokasi, Rabu (8/9).

Fadil mengatakan, dugaan awal penyebab kebakaran karena hubungan pendek arus listrik. Namun, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut penyebab kebakaran.

Usai api berhasil dipadamkan, kepolisian yang terdiri dari Puslabfor Mabes Polri, Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, serta Satreskrim Polres Tangerang langsung memeriksa kondisi lapas dan melakukan penyidikan penyebab kebakaran.

Dirjen PAS Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Reynhard Silitonga mengatakan, kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, terjadi di Blok C2.

“Lapas ini ada tujuh blok, di mana per blok itu ada sembilan kamar, nah yang terbakar ini adalah Blok C2,” kata Reynhard.

Menurut Reynhard, di Blok C2 terdapat satu aula dan sembilan kamar. Di Blok C2 terdapat sekitar 122 penghuni lapas.

“Jadi di blok ini lah terjadi diduga awal hubungan pendek, ini musibah yang dialami di lapas Kelas I Tangerang. Kami berupaya terus mengamankan yang masih ada di blok lain, saya kira itu, ini di blok C2 yang diduga terjadi hubungan pendek,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten Agus Toyib mengatakan, saat kebakaran, semua pintu kamar tahanan sedang terkunci. Hal ini mengakibatkan ada tahanan yang tidak sempat dikeluarkan.

“Terbakar karena memang kamar semua dikunci, jadi ada yang tidak sempat dikeluarkan dari kamar,” ujar Agus.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, 41 korban tewas dalam insiden kebakaran di Lapas Kelas 1 Tangerang, Banten, seluruhnya adalah narapidana.

“Napi semua sementara ini. Masih diidentifikasi sama RSUD dan didata oleh Lapas,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Rabu (8/9).

Yusri kembali menjelaskan kebakaran yang terjadi dini hari tadi di Blok C2 Lapas Tangerang dihuni oleh 122 orang.

“41 meninggal dunia dan 8 luka berat dan 73 luka ringan. Yang luka berat ke RSUD yang meninggal juga dibawa ke RSUD untuk diidentifikasi, yang 73 di poliklinik lapas,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Yusri, Polda Metro Jaya dan Puslabfor Mabes Polri masih melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut. Sementara ini kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

“Dari Puslabfor Mabes Polri dan Polda Metro jaya sedang olah TKP, dia yang bisa menentukan,” pungkasnya.(CNNIndonesia.com)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di CNNIndonesia.com, dengan judul: “Kronologi Kebakaran Lapas Tangerang, Api Berkobar Lebih 2 Jam“. Pada edisi Rabu, 08 September 2021.

 

(Visited 51 times, 1 visits today)

Komentar