Jumat, 31 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KRPL Wujudkan Keamanan Pangan dan Jamin Cakupan Gizi  

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Senin, 21 Oktober 2019 | 13:35 WITA
  


Hargo.co.id, GORONTALO – Ketersediaan pangan bagi masyarakat masih tak cukup, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengharuskan pangan yang dikonsumsi masyarakat terjamin keamanannya, mutu dan yang terpenting gizi terpenuhi. Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) menjadi salah satu upaya mewujudka.

Seperti yang dilansir Gorontalo Post, konsumsi pangan merupakan upaya untuk memantapkan atau membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman dalam jumlah dan komposisi yang cukup, guna memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung hidup sehat, aktif dan produktif.

Untuk mendukung tercapainya konsumsi pangan yang beragam, dan bergizi seimbang, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal.

BACA  Hamim Pou Didaulat Paparkan Success Story di Webinar Nasional

Kebijakan ini dimaksudkan untuk memfasilitasi dan mendorong terwujudnya pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Untuk mendukung hal tersebut, Menteri Pertanian telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian No. 43 Tahun 2009 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal.

Konsumsi pangan masyarakat yang beragam, dan bergizi seimbang dapat diukur dengan menghitung skor Pola Pangan Harapan (PPH) melalui analisis konsumsi pangan. Analisis konsumsi pangan ini dilakukan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas).

BACA  Masuk Rumah Sakit, Keluarga Pasien Covid-19 Wajib Teken Surat Pernyataan

PPH sebagai instrumen untuk menilai situasi konsumsi pangan wilayah, dapat digunakan untuk menyusun perencanaan kebutuhan konsumsi pangan ke depan. Sejak diperkenalkan pada awal dekade 90-an, PPH telah digunakan sebagai basis perencanaan dan penilaian kecukupan gizi seimbang pada tingkat makro/wilayah.

Skor PPH juga dijadikan sebagai salah satu indikator pencapaian program diversifikasi pangan yang selanjutnya menjadi parameter kebijakan pembangunan ketahanan pangan sebagai salah satu indikator kinerja pembangunan pangan.

BACA  Soal Keuangan dan Program, BPJAMSOSTEK Raih Predikat WTM

Pencapaian target PPH tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan produksi, distribusi, ketersediaan dan aksesibilitas masyarakat/ rumah tangga terhadap pangan. Terkait dengan produksi dan ketersediaan pangan, pengembangan pangan lokal mempunyai peranan yang strategis dalam upaya penganekaragaman konsumsi pangan di daerah.

 Bahan baku pangan tersebut tersedia secara spesifik lokasi, di samping itu resep makanan yang beranekaragam telah ada dan telah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang. Dengan demikian, pangan lokal dapat dijadikan sarana untuk mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan dalam pemantapan ketahanan pangan nasional.

Laman: 1 2


Komentar