Rabu, 12 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KSEI Sosialisasikan Fasilitas Perlindungan Investor Pasar Modal di Gorontalo

Oleh Fajriansyach , dalam Headline LifeStyle , pada Selasa, 8 Mei 2018 | 12:06 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id – PT.Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) berkerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan eksekusi di Gorontalo, Sulawesi Utara,Rangkaian kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan fasilitas AKses (Acuan Kepememilikan Sekuritas) yang merupakan fasilitas perlindungan investor Pasar Modal Indonesia, serta memberikan informasi terbaru tentang pengembangan infrastruktur yang dilakukan KSEL.

Kepala Unit Pengelolaan Efek KSEI Fitriyah dalam pemaparan menjelaskan, “Fasilitas AKses kami sediakan agar investor dapat memantau langsung portofolio investasinya pada lembaga yang diberikan mandat untuk menyimpan data fortofolio investor sesuai Undang-Undang Pasar modal.

Jadi ibaratnya investor itu memiliki akses langsung untuk melihat investasinya di sistem kami,” imbuh Fitriyah. Selain menyampaikan penjelasan kepada media gorontalo, rangkaian kegiatan sosialisasi di Gorontalo ini mencakup kegiatan edekasi di Universitas Muhamadiyah Gorontalo.

Berdasarkan data, KSEI per akhir Maret 2018, saat ini Gorontalo menempati urutan ke-31 jumlah investor terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia, dengan jumlah investor sebanyak 885. Dari jumlah tesebut tercatat sebanyak 728 investor yang berdomisili di kota Gorontalo atau yang terbesar di kota Gorontalo .

BACA  DMI Dorong Pembangunan Masjid Raya Gorontalo

Adapun jumlah investor di Pasar Modal Indonesia hingga akhir Maret 2018, telah mencapai sekitar 1.216.278 inevestor, yang mencakup Investor pemilik Efek, Reksa Dana Surat Berharga yang diterbitkan Bank Indonesia.

Fitriyah Menambahkan, “Sosialisasi dan edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran investor untuk senantiasa memanfaatkan fasilitas AKses untuk mencegah penyalagunaan wewenang dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya. Saat ini, jumlah investor yang memanfaatkan fasilitas AKses masih 12 persen.

Sebagai Salah satu solusi atas hal tersebut, saat ini KSEI tengah mengembangkan fasilitas Akses menjadi AKses next Generation (AKses Next-G) dengan fitur-fitur yang semakin menarik dan semakin mudah digunakan.

“Nantinya yang dapat memanfaatkan fasilitas Akses Next-G tidak hanya investor tapi juga Perusahaan Efek, Bank kunstodian, bahkan masyarakat umum. Hal ini memungkinkan karena KSEI sudah berkerjasama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementarian Dalam Negeri untuk memanfaatkan data kependudukan untuk layanan di pasar modal, Nomor Induk Kependudukan saja,”kata fitriyah.

BACA  Mulai 1 Mei 2021, Pintu Masuk Gorontalo Dijaga Ketat 

Kerjasama dengan Ditjen Dukcapil tak hanya dilakukan dengan KSEI, namun juga dengan palaku pasar modal lainya. Pada penghujung tahun 2016, atas inisiasi  KSEI, Ditjen Dukcapil dengan 100 pelaku industri pasar modal menjalin kerjasama terkait pemanfaatan data kependudukan untuk mempercepat dan mempermudah pembukaan rekening Efek.

Melalui simulasi yang dilaksanakan, pembukaan rekening efek dengan menggunkaan alat baca KTP Elektronik hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit, dimana sebelumnya butuh waktu beberapa hari.

KSEI juga menyadari bahwa aktifitas inevestasi di pasar modal yang nyaman perlu di dukung infrastruktur yang memadai. menyikapi hal tersebut, pada 30 Agustus 2016, lalu KSEI telah menluncurkan sistem pengelolaan investasi terpadu atau S-INVEST yang merupakan platform dan sistem terintergrasi untuk industri reksa dana.

Sistem S-INVEST mampu menyederhakan proses yang di lakukan oleh pelaku industri reksa dana dalam mengadministrasikan semua tran saksi reksa dana sehingga lebih efesian dan transparan. KSEI menjadi negara pertama di Asis Tenggara yang mengimplementasikan sistem terpadu untuk reksa dana, mengikuti jejak pasar modal korea selatan. atas kesuksesan KSEI menluncurkan S-INVEST, KSEI berhasil memperoleh penghargaan Marquee Awards sebagai Best central securities depository in south East Asia 2016 oleh alpha
south East Asia.

BACA  Hanya 20 Persen Pekerja Tercover Asuransi, Ini Sikap Indra Yasin 

Ditahun 2018, KSEI merencanakan penerapan electronik Voting (E-voting) untuk mengakomodasi penggunaan hak suara investor dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tanpa perlu kehadiran investor secara fisik. Diharapkan hal ini dapat memudahkan investor, Khususnya Investor yang memiliki lebih dari satu, maupun investor di daerah dan invenstor Asing yagn tidak berdomisili bertempat berlangsungnya pelaksanaan RUPS.

Proyek strategis lainya adalah pengembangan sistem utama KSEI yakni C-BEST next Generation (C-BEST Next-G) untuk meningkatkan kecepatan dan kapasitas sistem hingga 10 kali lipat, shingga sebagai antisipasi peningkatan jumlah investor di pasar modal.(HG)


Komentar