Kamis, 29 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



KTT IORA Hasilkan Jakarta Concord, Inilah Isinya

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Rabu, 8 Maret 2017 | 15:22 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asosiasi Negara Lingkar Samudra Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA) di JCC Senayan, Jakarta, resmi berakhir Selasa (7/3) sore. Forum itu menghasilkan beberapa dokumen, salah satunya dituangkan ke dalam Jakarta Concord.

Presiden Joko Widodo menyebut penyelenggaraan KTT IORA yang pertama ini merupakan satu langkah strategis dan progresif dari para pemimpin negara anggotanya dalam menghadapi situasi masa kini serta tantangan di masa depan.

BACA  Janji Manis Tiongkok soal Harga Vaksin COVID-19, Lebih Baik dari Amerika

“KTT ini merupakan tonggak pembaruan komitmen negara-negara anggota IORA untuk mengintensifkan kerja sama IORA. Semua pemimpin menyadari potensi yang dimiliki negara-negara IORA dan pentingnya menjaga Samudra Hindia, samudra yang mempersatukan negara anggota IORA,” kata Presiden Jokowi.

BACA  Berhasil Kendalikan Epidemi Covid-19, Tiongkok Gelar Pameran Es Krim Terbesar Asia

Karenanya, sebagai bentuk peneguhan komitmen kerja sama itu maka negara-negara anggota IORA menandatangani Jakarta Concord. Isinya adalah enam komitmen negara-negara anggota IORA.

Poin pertama Jakarta Concord adalah memajukan keamanan dan keselamatan maritim. Dua, meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi.

Tiga, memajukan pengembangan dan pengelolaan perikanan yang berkesinambungan dan bertanggung jawab. Empat, memperkuat pengelolaan risiko bencana.

BACA  Dukung Perjuangan Rakyat, Sukarelawan Jokowi Minta UU Cipta Kerja Dibatalkan

Lima, memperkuat kerja sama akademis dan ilmu pengetahuan. Terakhir, memajukan kerja sama di bidang pariwisata dan kebudayaan.

Selain enam kerja sama tersebut, para pemimpin IORA juga sepakat memperkokoh kerja sama di sejumlah isu lain. Yaitu blue economy, women empowerment, demokrasi, tata pemerintahan yang baik, pemberantasan korupsi, serta hak asasi manusia.

Laman: 1 2


Komentar