Selasa, 4 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kurangi Fasilitas Gadget, Dorong Kreativitas Anak Selama Pandemi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Kabar Nusantara , pada Sabtu, 12 Desember 2020 | 20:05 WITA Tag: , ,
  Psikolog Anak dan Pendidikan Elizabeth Santosa. Foto: diambil dari covid19goid


Hargo.co.id, JAKARTA – Situasi pandemi COVID-19 bukan halangan untuk kreatif dan produktif.

Justru karena aktivitas lebih banyak di rumah saja, kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk lebih dekat dengan keluarga, terutama memberikan waktu lebih kepada anak-anak, menemani mereka dalam masa tumbuh kembangnya.

Pendiri Komunitas PRAKARDUS Muhammad Luqman Baehaqi bercerita pengalaman inspiratifnya memanfaatkan waktu secara kreatif bersama anak-anak.

“Awalnya berkreasi dengan kardus ini sebagai solusi untuk memberi kegiatan sekaligus hiburan buat anak, karena rumah kami jauh dari pusat hiburan dan pusat perbelanjaan,” katanya, seperti dikutip dari laman resmi Satgas Penanganan Covid-19, Sabtu (12/12).

BACA  1.216 KPM di Atinggola dan Gentuma Terima Bantuan dari NKRI Peduli

“Kemudian kegiatan kami pun diminati banyak orang sehingga berlanjut memberi workshop tiap akhir minggu,” imbuhnya.

Nah, berbicara mengenai kreativitas, Elizabeth Santosa, Psikolog Anak dan Pendidikan mengungkapkan bahwa kreativitas adalah salah satu kemampuan manusia yang sudah ada dalam diri untuk bisa digunakan dalam mencari jalan keluar.

“Kreatif itu hubungannya dengan solusi, mencari jalan keluar, proses membuat keputusan. Bukan selalu tentang menghasilkan prakarya saja”, tuturnya.

BACA  Vaksinasi dan Tes Swab Bisa Membatalkan Puasa?

Dia menjelaskan bahwa kreativitas itu biasanya muncul dalam masa sulit.

“Biasanya pada saat dalam kondisi adem ayem, enak, atau nyaman kreativitas jarang muncul. Namun, kreativitas akan muncul kalau dalam keadaan kepepet. Idealnya, pada masa gelap seperti masa pandemi ini harusnya banyak kreativitas yang muncul,” katanya.

Elizabeth Santosa juga berpesan kepada orang tua, agar di masa pandemi ini jangan memberikan terlalu banyak fasilitas gadget agar menstimulus kreativitas anak-anak.

BACA  Pembayaran Lahan Bendungan Bulango Ulu Segera Direalisasikan

“Biarkan mereka berpikir. Seperti yang dilakukan Pak Luqman Baehaqi. Kasih kardus atau spidol, terserah nanti itu mau jadi apa. Nanti kalau anak-anak menyerah, baru ajak untuk bikin sesuatu bersama-sama. Tapi, kalau selalu dibantu, dan diberikan terlalu banyak fasilitas, kemampuan kreativitasnya tidak berkembang, tidak terstimulasi, harus ada sesuatu yang menstimulus,” ujarnya.(jpnn/hg)

#IngatPesanIbu

Memakai masker

Menjaga jarak & menghindari kerumunan

Mencuci tangan dengan sabun


Komentar