Minggu, 12 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kurangnya Ketersediaan Minyak Tanah, Tumbilatohe Kurang Bergeliat

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Senin, 27 Juni 2016 | 12:09 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Cukup beralasan bila persiapan perayaan tumbilotohe tahun ini kurang bergeliat. Salah satu faktor yang mendasar adalah ketersediaan minyak tanah (MT). Pasalnya, minyak tanah menjadi bahan baku dan utama dalam pelaksanaan tumbilotohe. Memang untuk perayaan tumbilotohe tahun ini Pemprov Gorontalo menggelontorkan bantuan sebanyak 80 ribu liter.

Dari jumlah tersebut bila diasumsikan satu liter minyak tanah bisa digunakan untuk 6 botol, maka ada 480 ribu botol lampu. Selanjutnya bila dibagi 77 kecamatan se Provinsi Gorontalo, maka untuk pelaksanaan tumbilotohe selama tiga hari setiap kecamatan bakal kebagian 2.078 botol lampu.
Jumlah tersebut tentunya akan lebih mengecil lagi bila dibagi ke masing-masing kelurahan/desa.

Yang mana sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kelurahan 2012-2013 tercatat ada 135 dan desa sebanyak 597. Dari alokasi minyak tanah tersebut, tentunya perlu dukungan pemerintah kabupaten/kota untuk ketersediaan minyak tanah. Apalagi setiap pemerintah daerah memasang target yang paling semarak melaksanakan tumbilotohe.

BACA  Temui Rusli Habibie, Bupati Bolsel Upayakan Rapid Test Gratis untuk Mahasiswa

Selain itu, bila mengikuti tradisi minimal satu jiwa satu buah lampu, maka pada perayaan tumbilotohe nanti setidaknya ada 1,1 juta jiwa lampu yang harus dipasang. Walikota Gorontalo Marten Taha mengatakan, pada tahun ini Pemkot Gorontalo akan menggandeng Kementerian Pariwisata untuk pelaksanaan tumbilotohe.

Yakni dengan mengemas dalam bentuk Festival Pesona Tumbilotohe, yang rencananya digelar 1-5 Juli mendatang. “Kota Gorontalo mendapat 60 drum atau 12 Kilo Liter (KL) dari Provinsi. Dan kita juga akan menambah minyak tanah yang diberikan itu. Karena kalau untuk tiga hari, kita rasa tidak cukup untuk lampu-lampu botol yang akan menyala di seluruh kecamatan,” ujar Marten.

BACA  Pemprov Gorontalo Terima 10 Unit Wastafel Portable dari BUMN

Sementara itu Ketua Panitia Tumbilotohe Kota Gorontalo Dedy Kadullah menegaskan, pelaksanaan Tumbilotohe ditargetkan diramaikan 200 ribu botol lampu.”Memang sekrang sudah ada kreasi menggunkan lampu hias, tetapi kita tetapi kita tetap akan pakai lampu botol. Minimal sesuai tradisi masyarakat, akan memasang satu lampu untuk satu jiwa, maka kita target minimal 200 ribu lampu memeriahkan Tumbilotohe tahun ini,” jelas Deddy Kadullah.

Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Gorontalo Ibrahim Jantu mengatakan, untuk masalah bahan bakar Tumbilotohe, pemerintah Kabupaten Gorontalo mendapat distribusi dari Pemprov sebanyak 12 ribu liter. Minyak tanah tersebut akan didistribusi ke seluruh kecamatan. “Untuk Pemda sendiri kita menyiapkan 1.000 liter.

Tapi ini hanya dikhususkan untuk mengisi Tumbilotohe yang ada di titik tertentu,” kata Ibrahim. Kepala Bidang Humas dan Kominfo Oktavianus Rahman saat dikonfirmasi Gorontalo Post, kemarin. Menurutnya, untuk Kabupaten Bone Bolango mendapat subsidi sebanyak 10 ribu liter atau 8 ton minyak tanah dari Pemerintah Provinsi Gorontalo.

BACA  Cegah Peredaran Miras di Gorontalo, Gubernur: Ini Tugas Kita Semua

Ribuan liter minyak tanah itu nantinya akan dibagi di 18 kecamatan. “Untuk jadwal pendistribusian dari Provinsi ke Kabupaten yakni tanggal 30 Juni, Insya Allah paling lambat tanggal 1 Juli di bagi ke masing-masing kecamatan,” kata Oktavianus Rahman.

Salah satu personil Bagian Ekbang Pemkab Gorut Syarif Patamanni saat dihubungi mengatakan untuk ketersediaan minyak tanah untuk se Kabupaten Gorut sekitar 50 drum. “Namun untuk jelasnya silahkan menghubungi yang lebih berkompoten” tegasnya. Hanya saja disampaikan untuk kantor blok plan kebutuhan minyak tanah 5 drum yang disediakan.(nat/and/roy/gip/abk/hargo)


Komentar