Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kursi Ketua DPRD Gorontalo Utara Masih Kosong 

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Sabtu, 11 September 2021 | 02:05 Tag: , ,
  Sekwan Gorontalo Utara, Fahrudin Lasulika

Hargo.co.id, GORONTALO – Ketika berbicara soal kekosongan kursi Ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut) setelah kepergian Alm. Djafar Ismail yang belum lama berselang ini, sedikit tidak elok. Pasalnya ketokohan dari seorang politisi PDI Perjuangan Gorontalo Utara terutama di lembaga DPRD tidak bisa dinafikan bahwa almarhum seorang tokoh yang berpengaruh.

Namun terlepas dari persoalan etika atau tidak elok tersebut, ada sebuah kepentingan yang lebih besar lagi terutama untuk kelangsungan pemerintah daerah yang juga harus diperhatikan. Sehingga persoalan Pengganti Antar Waktu (PAW) untuk posisi Ketua DPRD tersebut juga mulai mendapatkan perhatian.

Hanya saja sampai saat ini, informasi terhadap siapa yang diusulkan untuk mengganti posisi Ketua DPRD Gorontalo Utara tersebut belum diketahui dan juga belum ada gerakan apa-apa. 

Informasi yang sempat diperoleh awak media ini saat berbincang dengan Sekretaris Dewan (Sekwan) Gorontalo Utara, Fahrudin Lasulika di ruang kerjanya, ternyata belum ada gerakan soal PAW pimpinan DPRD tersebut. Menurut Fahrudin atau yang lebih akrab disapa Rudi, untuk proses PAW harus ada surat masuk dulu dari partai dalam hal ini PDI Perjuangan. 

“Hingga saat ini belum ada surat yang masuk dari pihak partai kepada kami di sekretariat,” ungkapnya.

Memang untuk persoalan yang ada saat ini, sosok Alm. Djafar Ismail diketahui selain sebagai ketua DPRD Gorontalo Utara, di partai dirinya juga memangku jabatan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) setempat. 

“Sehingga untuk kepengurusan partai juga terjadi kekosongan dan mungkin hal itu yang menyebabkan sampai saat ini belum ada surat yang masuk ke kami dari partai,” jelas Rudi.

Untuk mekanismenya tentu harus ada surat dulu dari partai yang masuk ke kami, kata Rudi, kemudian surat tersebut akan ditindaklanjuti sebagaimana prosedural yang ada. Sama halnya juga dengan posisi PAW untuk keanggotaan DPRD untuk menggantikan kursi yang kosong juga itu belum ada suratnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 58 times, 1 visits today)

Komentar