Monday, 20 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kutuk Teror Manchester, NU: Jangan Kaitkan dengan Islam!

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Dunia , pada Wednesday, 24 May 2017 | 17:30 PM Tags: , ,
  

Hargo.co.id – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) United Kingdom (UK) mengutuk keras penyerangan teror di Manchester Arena, Senin Malam (22/5) waktu Inggris Raya. Hingga kini pemerintah Indonesia masih menunggu laporan identifikasi para korban aksi terorisme di konser penyanyi Ariana Grande itu.

Ketua Tanfidziyah PCINU UK Ahmad Ataka mengecam keras aksi teror yang menyebabkan puluhan orang tewas dan luka-luka itu. Pihaknya juga menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada korban yang meninggal, terluka, serta pihak keluarga yang terdampak aksi teror tersebut.

“Aksi teror tidak dapat diterima, apa pun motif dan siapa pun pelakunya,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/5).

Ataka mengingatkan semua pihak untuk tidak langsung mengaitkan terorisme dengan Islam lantaran belum dapat dipastikan motif penyerangannya. Aksi teror yang merenggut banyak korban dan menebarkan ketakutan tidak sejalan dengan ajaran agama Islam. “Terorisme tidak mengenal agama,” tegasnya.

Dia juga mengapresiasi rangkaian solidaritas warga Manchester, yang sigap memberikan bantuan kepada korban serangan teror tersebut. Pihaknya mengimbau warga Indonesia di Inggris agar tetap waspada serta menaati peraturan yang dikeluarkan pemerintah setempat.

Sementara itu, mahasiswa doktor University of Manchester Rian Fatah menyampaikan kesedihan atas tragedi yang merenggut banyak nyawa tersebut.

Menurut dia, Manchester merupakan kota yang damai dan ramah di mana penduduk yang terdiri dari berbagai latar belakang agama dan etnis, hidup berdampingan dalam harmoni.

Oleh karena itu, dia tidak heran ketika gelombang solidaritas dari warga Manchester terus berdatangan.

Banyak warga Manchester yang menawarkan kamar untuk menginap sementara dan penjemputan ke lokasi kejadian untuk para korban yang sebagian besar berusia belasan. Bahkan sejumlah pengemudi taksi pun menawarkan tumpangan gratis.

“Saya percaya teror ini tidak akan mengganggu toleransi antar umat bergama yang sudah terjalin di Manchester,” ungkapnya.

Penyerangan teror di Manchester Arena merupakan yang terburuk sejak peristiwa bom London 7 Juli 2005 yang menewaskan 52 orang.Kepolisian Inggris terus berusaha mengusut tuntas tragedi tersebut melalui National Counter Terrorist Policing Network. (cr1/JPG/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar