Minggu, 13 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ladang Miras di Gorontalo Disulap Dir Narkoba Jadi Usaha Menjanjikan

Oleh Zulkifli Polimengo , dalam Ragam , pada Jumat, 28 Mei 2021 | 15:05 WITA Tag: , ,
  Kombes Pol. Witarsa Aji, S.I.K SH, MM (Dir Narkoba Polda Gorontalo) saat memantau bibit pohon aren di Kabupaten Gorontalo. (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Pengungkapan kasus minuman keras (miras) jenis cap tikus di Gorontalo hingga pada tahun 2020 tercatat masih sangat tinggi. Dari pengungkapan yang dilakukan oleh Direktorat Narkoba Polda Gorontalo dan jajaran, ada ratusan ton miras cap tikus yang berhasil disita, baik yang diproduksi di Gorontalo maupun dari luar.

Selaku Dir Narkoba Polda Gorontalo, Kombes Pol. Witarsa Aji, S.I.K SH, MM mengungkapkan, di Provinsi Gorontalo sendiri tercatat ada ratusan ribu pohon aren yang dimanfaatkan oleh warga sebagai bahan baku pembuatan cap tikus, namun tentunya ini sangat bertentangan dengan semboyan Kota Serambi Madinah dan harkamtibmas.

BACA  Bersama Tim Satgas, Polsek Bone Raya Edukasi Warga Cegah Penyebaran Covid-19

“Sampai dengan tahun 2020 kemarin kami berhasil menyita ada ratusan ton cap tikus baik dari luar maupun dari daerah ini. Di Gorontalo sendiri kami melakukan pemantauan ada ratusan ribu pohon aren yang dimanfaatkan warga untuk membuat cap tikus. Walaupun ada nilai ekonominya, tapi ini bertentangan dengan semboyan Gorontalo Serambi Madinah, belum lagi terkait harkamtibmas, karena sebahagian besar kasus kriminal yang terjadi bermula dari telah mengkonsumsi miras,”ungkap Kombes Pol. Witarsa Aji, S.I.K SH, MM.

BACA  Target Ibadah Haji Tahun Depan, Warga Gorontalo Naik Sepeda ke Mekah  

Lanjut Dir Narkoba Polda Gorontalo menjelaskan, hal tersebut yang membuatnya menciptakan ide yang dinilai sangat memberikan keuntungan kepada Masyarakat Gorontalo baik dari segi ekonomi maupun kebudayaaan lokal.

“Olehnya itu saya menciptakan ide dengan memanfaatkan potensi alam berupa merubah pabrik pembuatan cap tikus menjadi pembuatan gula semut. Warga masyarakat yang biasanya mengolah air nira menjadi cap tikus, kita rubah dengan menjadikannya gula semut. Mereka kita berikan penyuluhan perkelompok, kemudian kita latih dan alhamdulillah beberapa kelompok saat ini sudah mulai menjalankannya,” jelas Kombes Pol. Witarsa Aji, S.I.K SH, MM.

BACA  Inspiratif! Penuhi Kebutuhan Sehari-hari, Bocah 13 Tahun Jualan Hingga Larut Malam 

Ia juga menambahkan, untuk saat ini dalam sebulan baru ada 5 ton gula semut hasil produksi para petani aren di Gorontalo yang dikirim ke luar daerah untuk memenuhi permintaan pasar, bahkan dinilai belum dapat memenuhi 100 persen permintaan yang setiap bulannya mengalami kenaikan.

Hingga saat ini pihaknya juga telah menyiapkan ratusan ribu bibit serta lahan untuk ditanami pohon aren di seluruh wilayah Gorontalo, dan untuk informasi yang lebih lengkap, pihaknya menyarankan untuk menyaksikan tayangan di chanel Youtube melalui akun Indonesia Kampungku.(zul/hargo)


Komentar