Jumat, 30 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lagi!! Anies Baswedan Kembali Dipolisikan, Ini Orangnya

Oleh Aslan , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Jumat, 20 Oktober 2017 | 06:00 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id, JAKARTA – Belum juga diusut laporan pertama, kini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali dilaporkan ke polisi dengan kasus yang sama, yakni menggunakan kata ‘Pribumi’ saat pidato perdananya.

Laporan kedua ini dilakukan oleh Ketua Umum Federasi Indonesia Bersatu, Tirtayasa, Kamis (19/10). Menurut Tirtayasa, pidato Anies itu dianggap grand design yang memang sengaja diciptakan kembali oleh Anies untuk memunculkan sentimen Pribumi dan Non Pribumi.

“Kami ini takut sebagai anak bangsa, hal-hal yang dulu pernah terjadi di Jakarta ini terjadi kembali karena provokasi. ini bagi kami adalah provokasi” kata Tirtayasa, usai menyerahkan laporan.

BACA  Gubernur Harap Musyawarah IV KADIN Lahirkan Pengurus yang Eksis

Dia menjelaskan, sebelum Anies berpidato, telah lebih dulu muncul spanduk yang tersebar dengan kata-kata yang hampir sama persis yang tertulis bahwa pribumi akan bangkit. “Jadi kita melaporkan pasal 4 huruf B ke 1 dan 2 dan pasal 16 UU 40/2008 tentang penghapusan diksriminasi Ras dan Etnis,” ujarnya.

BACA  Berubah Lagi, Draf Omnibus Law Kini jadi 812 Halaman

Tirtayasa menjelaskan, Anies sebagai seorang pejabat tidak elok untuk memakai istilah ‘pribumi’ yang telah dilarang penggunaanya sejak tahun 1998. “Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) 26/1998. itu sudah jelas. ini malah dipakai lagi saat ini,” tandasnya.

Seperti diketahui, Anies Baswedan sebelumnya juga dilaporkan akibat pidatonya kontroversialnya itu.

Ia dilaporkan ke Bareskrim Polri pada Selasa 17 Oktober 2017 malam wib. Laporan polisi itu teregister dengan dengan tanda bukti lapor bernomor TBL/735/X/2017/Bareskrim oleh Jack Boyd Lapian.

BACA  Media Bertanya, Doni Monardo: Puluhan Juta Orang Tak Percaya Covid-19

Dalam laporan warga yang berdomisili di Jalan Kemang Raya no 11 RT/RW 004/001, Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan itu, Anies dilaporkan terkait pidato pribumi.

Dengan perkara dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis. Hal itu sebagaimana tercantum dalam Pasal 4 huruf B ke-1 dan 2. Lalu juga pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi, ras dan etnis. (Fajar/pojok/hg)


Komentar