Kamis, 25 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lagi, Dugaan Pelecehan Terhadap Bocah Terjadi di Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Sabtu, 30 Januari 2021 | 05:05 WITA Tag: , ,
  Ilustrasi


Hargo.co.id, GORONTALO – Kasus pelecehan yang dialami FMD (11), bocah kelas V sekolah dasar (SD) di Kabupaten Gorontalo bukanlah satu satunya kasus pelecehan terhadap anak yang sedang di tangani Kepolisian Resort (Polres) Gorontalo.

Masih dalam penanganan kasus pelecehan yang dialami FMD, Jumat (29/01/2021), Kepolisian Resort (Polres) Gorontalo melakukan penahanan terhadap WT (50). Seorang pria paruh baya yang berdomisili di Kecamatan Asparaga diduga melakukan aksi pencabulan kepada bocah berusia 11 tahun.

Kapolres Gorontalo, AKBP Ade Permana, SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Mohamad Nauval Seno, SIK mengatakan, kasus dugaan pencabulan tersebut dilaporkan orang tua korban ke Polres Gorontalo pada Oktober 2020 silam.

BACA  Pria Usia 21 Tahun Ditemukan Gantung Diri

“Laporannya kami terima Oktober 2020 kemarin. Setelah dilakukan proses penyidikan, pelaku kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan hari ini mulai dilakukan penahanan,” ujar Iptu Mohamad Nauval Seno, S.I.K, Jumat (29/1/2021).

Informasi yang berhasil dihimpun reporter Hargo.co.id, bocah tersebut merupakan warga Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diajak orang tuanya datang ke Gorontalo agar bisa mengikuti pendidikan secara daring (online).

Kejadian bermula ketika korban dan orang tuanya berjumpa dengan dengan pelaku. Saat itu, korban dalam keadaan sakit. Pelaku yang memiliki keterampilan memijat kemudian menawarkan diri untuk memijat korban agar korban bisa sehat kembali. Demi kesembuhan anaknya, orang tua korban yang menerima tawaran pelaku.

BACA  Diuber Hingga ke Malut, Terduga Penipuan Diringkus di Halmahera Utara

Berdasarkan keterangan orang tuanya, korban dua kali dilakukan proses pemijatan oleh pelaku di kediaman paman korban di Kecamatan Telaga. Diduga saat memijat sang bocah, pria berusia setengah abad itu melancarkan aksinya.

Beberapa hari kemudian, korban yang merasa sakit di bagian kemaluannya, mengadukan hal tersebut kepada orang tuanya.Tak terima perbuatan WT, orang tua korban menempuh jalur hukum dengan melaporkan pelaku ke Polres Gorontalo pada Oktober 2020.

Menindaklanjuti laporan orang tua korban, Polres Gorontalo melakukan penyidikan. Sejumlah saksi dan terduga pelaku dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan diketahui bila WT diduga telah mencabuli bocah 11 tahun tersebut.

BACA  Tak Diberi Uang Oleh Istri, Suami Nekat Curi Sepeda Motor

“Dari hasil pemeriksaan tersangka diduga melakukan dua kali pelecehan. Tersangka mengaku hanya melakukan aksinya kepada satu orang, hanya pada korban,” ujar Iptu Mohamad Nauval Seno.

Penyidik Unit IV PPA, Dedy Kasim, menambahkan, dari hasil visum dokter diketahui ada dugan pelecehan seksual yang dialami korban.

“Dari hasil visum pemeriksaan dokter di RS MM Dunda pada 12 Oktober 2020, telah terjadi robekan di kemaluan korban arah jam 3 dan jam 9,” ungkap Dedy Kasim.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan tuduhan pelanggaran Pasal  81 Undang-undang Perlindungan Anak dengan Ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, dan paling lama 15 tahun. (hiu/hg)


Komentar