Rabu, 23 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lagi, Satgas Amankan Senpi Masyarakat

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 10 April 2017 | 13:45 WITA Tag: , ,
  


hargo.co.id – Upaya aparat TNI untuk mencegah masuknya teroris di Maluku Utara serta menjaga agar situasi selalu aman terus dilakukan. Salah satunya adalah menarik puluhan senjata api yang masih dimiliki oleh masyarakat.

Setelah beberapa hari yang lalu Satgas Yonif 726 Tamalatea berhasil mengamankan senjata berat SMB Browning cal 50 mm, kini jajaran Satgas yang dipimpin Letkol (Inf).

Yuswanto kembali berhasil menggalang senjata laras panjang rakitan berbagai kaliber dari tangan masyarakat di Desa Dumdum Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Senjata ini diamankan oleh Serda Alifwansyah dan Prada Melkias yang merupakan anggota Pos 3 SSK IV Kao.

BACA  KM Karya Indah Tujuan Ternate-Sanana Terbakar, Penumpang Terjun ke Laut

Proses penggalangam senjata memang cukup panjang, mulai dari pendekatan serta memberikan berbagai pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya dan ancaman hukuman bagi yang menguasai senjata secara ilegal.

BACA  Dewan Pers Minta Polri Serius Ungkap Pelaku dan Motif Dugaan Pembunuhan Jurnalis di Sumut

Hingga akhirnya dengan sukarela tiga pucuk senjata rakitan tersebut diserahkan kepada dua prajurit TNI iniDi tempat terpisah, Danrem 152Babullah Kolonel (Inf) Sachono selaku Komandan Pelaksana Operasi (Dankolakops).

mengatakan penggalangan senjata yang masih beredar di kalangan masyarakat merupakan salah satu prioritas dalam menciptakan situasi keamanan di wilayah Malut. Untuk itu, penggalangan senantiasa dilaksanakan baik oleh satuan organik maupun Satgas.

BACA  Penyebar Video Syur Gisel Dituntut 1 Tahun, Roy Suryo Singgung Pengedar Pertama

Dia juga menghimbau agar yang masih memiliki senjata api, agar menyerahkan kepada aparat. Dalam kesempatan ini, Sachono mengimbau kepada masyarakat yang hingga saat ini masih memiliki senjata organik maupun rakitan agar dapat menyerahkan kepada aparat TNI terdekat.

“Tidak perlu takut karena kami akan merahasiakan identitas serta tidak akan memproses secara hukum,” tambah Danrem.(mg-03/jfr/hg)


Komentar