Sabtu, 27 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Lagi, SDN 07 Buntulia Dibobol Maling Langganan?

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Selasa, 24 Juli 2018 | 10:00 AM Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Aksi pembobolan dan pencurian kembali terjadi di SDN 07 Buntulia. Terang saja kejadian itu memunculkan anggapan jika sekolah itu langganan pembobolan.

Belum diketahui secara pasti kapan kejadian ini berlangsung. Pastinya, pembobolan kali ini baru diketahui pada Senin (23/7) pagi, saat jam masuk sekolah. Rupanya, sekolah yang berlokasi di Desa Buntulia Tengah, Kecamatan Marisa, Pohuwato itu terhitung sudah tiga kali dibobol maling.

“Kami sudah menerima laporannya,” ungkap Kapolres Pohuwato AKBP Dafcoriza melalui Kasat Reskrim, AKP Muhamad Kukuh Islami, kemarin. Beberapa hari sebelum diketahui adanya aksi pembobolan itu, tepatnya Sabtu (21/7), sejumlah guru yang bertugas membersihkan ruangan dewan guru yang dipakai untuk penyerahan raport siswa masih sempat melihat adanya perangkat komputer dekstop tersebut.

Jelas saja, keberadaan komputer tersebut sangat penting bagi kepentingan sekolah. Sebab terdapat data-data penting di dalamnya. Setelah diketahui hilang pada Senin pagi saat hendak memulai aktivitas belajar mengajar, dengan segera para guru langsung mengecek barang inventaris lain milik sekolah.

Namun dapat dipastikan, hanya komputer tersebut yang hilang. Selain itu, didapati juga satu jendela yang terdapat di ruang guru sudah terbuka lebar dengan kondisi kunci yang sudah dirusak oleh pelaku.

Isma (29) salah seorang guru SDN 07 Buntulia mengakui jika kejadian pembobolan ini sudah yang ke tiga kalinya dialami SDN 07 Buntulia. Olehnya, dengan raibnya salah satu komputer penting milik sekolah ini diharapkan kepada pihak kepolisian bisa mengungkap pelakunya.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Muhamad Kukuh Islami mengatakan bahwa pihaknya sudah turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari petunjuk guna pengembangan. Kukuh menduga jika pelakunya tidak lain merupakan komplotan spesialis pembobol rumah.

“Anggota sudah saya perintahkan untuk melakukan pengungkapan kasus yang saat ini sering terjadi, khususnya kasus pembobolan yang sering terjadi di rumah-rumah warga, sekolah dan perkantoran. Kalau indikasi dilakukan komplotan ada sehingga pendalaman masih terus kita lakukan,” pungkasnya.(mg02/gp/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar