Lagi Tentang Narkoba, Warga Kota Gorontalo Ditangkap

Tersangka HB dan barang bukti saat penggeledahan. (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemberantasan narkoba terus dilakukan oleh jajaran Kepolisian. Kali ini Polres Gorontalo Kota, kembali menangkap salah seorang pemuda, warga Kota Gorontalo, atas kepemilikan narkoba jenis Sabu.

Informasi yang dirangkum Hargo.co.id, pengungkapan dan penangkapan tersebut dilakukan pada Sabtu (05/10/2019) sekitar pukul 10.30 Wita. Awalnya, Tim Opsnal Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota yang dipimpin langsung oleh Bripka Moh. Rinto Bami,SH mendapatkan informasi dari masyarakat, dimana ada seorang pemuda, warga Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, HB (28), diduga sering membawa Narkoba.

BACA  Pelaku Curanmor Kembali Beraksi

Atas informasi itu, Tim Opsnal Satuan Narkoba yang dipimpin Bripka Moh. Rinto Bami, SH melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. Bripka Moh. Rinto Bami,SH beserta anggota kemudian menuju ke rumah HB yang berada di jalan Sultan Botutihe. Ketika datang ke rumah, HB pada saat itu sedang dalam kondisi tidur dikamarnya.

BACA  Tabrakan di Jalan Andalas Terekam CCTV, Ini Kronologisnya

Melihat HB yang sedang tidur, Bripka Moh. Rinto Bami,SH kemudian memanggil sejumlah masyarakat untuk dijadikan saksi. Setelah itu, HB kemudian dibangunkan. Setelah bangun, Tim Opsnal kemudian melakukan penggeledahan dan ditemukan satu plastic kecil yang diduga berisi narkotika jenis sabu. Butiran Kristal bening itu sendiri didapatkan dalam dompet milik HB.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Robin Lumban Raja,SIK,M.Si melalui Kasat Narkoba AKP Sutrisno,SH mengatakan, HB alias Dayat telah resmi dijadikan tersangka atas kepemilikan narkoba jenis sabu. Tersangka pula setelah dilakukan pemeriksaan, positif menggunakan narkoba jenis sabu.

BACA  Tabrakan di Jalan Andalas Terekam CCTV, Ini Kronologisnya

“Kami telah mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu dengan berat 0,03111 gram. Atas pengungkapan ini, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1, subsider Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkas mantan Kapolsek Kota Timur ini. (kif/hg)

-